TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Nelayan di Hamadi, Kota Jayapura, Papua
Nelayan di Hamadi, Kota Jayapura sedang beristirahat usai pulang dari melaut - Jubi/Ramah

Nelayan di Kota Jayapura terdampak pandemi dan cuaca ekstrem

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Selain masih menghadapi pandemi Covid-19, nelayan di Kota Jayapura, Provinsi Papua juga terdampak cuaca ekstrem atau musim angin timur mulai dari awal 2021 sehingga mempersulit aktivitas nelayan di laut.

“Pandemi berdampak pada ekonomi nelayan, angin kencang dan musim hujan membuat hasil tangkapan nelayan merosot tajam,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Senin (19/4/2021).

Dikatakan Sibi, jumlah nelayan yang beroperasi di Kota Jayapura sebanyak 1.239 orang. Jumlah ini tersebat di lima distrik, yaitu 568 di Distrik Jayapura Utara, 437 di Distrik Jayapura Selatan, Distrik Abepura sebanyak 121 orang, Distrik Muara Tami ada 69 orang, dan 44 orang di Distrik Heram.

“Sekitar 70 persen di antaranya adalah nelayan tradisional yang menggunakan jaring dan pancing berskala kecil. Sisanya, nelayan yang melaut menggunakan mesin jonson dengan tangkapan skala besar,” ujar Sibi.

Dikatakan Sibi, adanya pandemi dan cuaca ekstrem di perairan sekitar ibukota Provinsi Papua tersebut, sangat memperngaruhi hhasil tangkapan. Akibatnya harga ikan di pasaran naik drastis. Namun kenaikan harga ttersebut tidak berdampak signifikan pada pendapatan nelayan.

“Harga ikan ekor kuning yang tadinya dijual Rp70 ribu, sekarang naik menjadi Rp120 ribu. Ini diakibatkan kelangkaan ikan yang tersedia di pasar. Kalau stok ikan banyak, pasti harganya juga murah,” ujar Sibi.

Sibi minta nelayan tetap beraktivitas atau mencari alternatif pekerjaan lain agar tetap memenuhi kebutuhan perekonomian dan keluarga, namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kami tetap memperhatikan kesejahteraan nelayan. Tahun lalu kami sudah berikan bantuan sembako untuk meringankan beban mereka. Kami juga sedang menyusun program ekonomi bagi nelayan tahun ini,” ujar Sibi.

Baca juga: 153 orang di Kota Jayapura meninggal karena Covid-19

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan keberadaan nelayan sangat penting karena sebagai pemasok komoditas perikanan untuk kebutuhan warga.

“Nelayan harus dilakukan pelatihan dan pendampingan terutama dalam meningkatkan hasil tangkapan mereka supaya komoditas ikan tetap tersedia di pasar. Hal ini juga berdampak pada peningkatan ekonomi nelayan untuk memenuhi kebutuhan dalam keluarganya,” ujar Rustan.

Rustan berharap, Dinas Perikanan Kota Jayapura terus melakukan pembinaan kepada nelayan sehingga nelayan memiliki daya saing dan menjadi sejahtera sekaligus meningkatkan usaha perikanan.

“Adanya musim hujan dan angin kencang saat ini, saya minta nelayan berhati-hati saat melaut. Saya juga minta (mereka) tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” ujar Rustan. (*)

Editor: Dewi Wulandari