Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-new-normal
Resepsionist Swiss-belhotel Jayapura, Papua, sedang melayani tamu - Jubi/Ramah

New normal, PAD Kota Jayapura naik dua kali lipat

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakil Wali Kota Jayapura, Provinsi Papua, Rustan Saru, mengatakan aktivitas ekonomi saat new normal di tengah pandemi Covid-19, dalam sebulan Pendapatan Asli Daerah Kota Jayapura naik menjadi Rp13 miliar.

“Naik dua kali lipat. PAD kami naik mulai September atau saat diberlakukannya new normal,” ujar Rustan, saat ditemui di Swiss-belhotel Jayapura, Papua, Senin (12/10/2020).

Dikatakan Rustan, selama masa Pembatasan Sosial Diperluas Diperketat pada Maret-Agustus 2020, dalam sebulan Pendapatan Asli Daerah Kota Jayapura hanya Rp5 miliar.

“Tumbuhnya PAD ini tak lepas dari upaya pemerintah daerah memperpanjang aktivitas perekonomian, yaitu mulai dari jam 6 pagi sampai jam 9 malam,” ujar Rustan.

Rustan mengimbau kepada masyarakat agar disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas guna memutus mata rantai penyebaran virus yang menyerang pernapasan ini.

“Tinggal diperketat protokol kesehatan, seperti kami menggelar sweeping masker dan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya dari Covid-19 ini sehingga selalu waspada dan menjaga diri,” ujar Rustan.

Tak lupa Rustan mengingatkan agar warga tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan, memakai masker saat keluar rumah, mengurangi aktivitas fisik di luar rumah, dan rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta selalu menyediakan hand sanitizer.

Loading...
;

Baca juga: Wakil Wali Kota Jayapura: Kesadaran masyarakat pakai masker rendah

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, mengaku terus mensosialisasikan protokol kesehatan kepada pelaku usaha, baik perdagangan maupun jasa.

“Kalau sakit maka tidak bisa melakukan aktivitas usaha, maka itu harus tetap terapkan protokol kesehatan. Itu yang selalu kami sampaikan kepada pedagang kami,” ujar Awi.

Awi berharap pelaku usaha, baik di pasar tradisional maupun pasar modern, tetap menjaga diri supaya tetap sehat. Bila sampai sakit, dapat melumpuhkan perekonomian pelaku usaha itu sendiri. Dengan menjaga diri untuk tetap sehat, aktivitas ekonomi kembali pulih dan penghasilan pedagang kembali normal. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top