Follow our news chanel

Covid-19, Petugas medis Venezuela menyedihkan, di China belum redup

Papua pandemi Covid
Ilustrasi, pandemi Covid-19 di Papua ÔÇô Jubi/Leon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Karakas, Jubi – Legislator oposisi dan organisasi nonpemerintah yang berfokus pada kesehatan, menyebut petugas medis Venezuela menghadapi peningkatan risiko tertular virus corona lantaran minimnya peralatan perlindungan.

Negara OPEC tersebut, yang menjalankan karantina sejak 17 Maret, sedang berjuang di bawah krisis ekonomi hiperinflasi yang melemahkan layanan inti, seperti pasokan air bersih, dan menyebabkan banyak rumah sakit tanpa sanitasi mendasar.

“Dalam empat bulan karantina, rumah sakit tidak mendapatkan material, peralatan medis tidak diperbaiki, tidak mendapat tempat tidur dan ventilator tidak dipasang,” kata anggota dewan sekaligus dokter, Jose Manuel Olivares, saat konferensi pers daring, Senin (29/6/2020) kemarin.

Baca juga : Tahanan di Brazil menawan sipir karena khawatir Covid-19

Wabah corona, AS pertimbangkan pelonggaran sanksi untuk Iran

Cara Brazil melindungi masyarakat adat dari wabah Covid-19

Loading...
;

Ia menyatakan petugas kesehatan meninggal karena tidak ada masker, termasuk sarung tangan. Sedangkan rumah sakit tidak memiliki air, listrik dan obat-obatan.

Kongres yang dimotori oleh kubu oposisi dan Doctors United for Venezuela mengatakan enam dokter gugur akibat Covid-19 selama 19 hingga 28 Juni di Negara Bagian Zulia di barat, yang menjadi episentrum Covid-19. Menurut Doctors United for Venezuela, seorang perawat juga gugur akibat penyakit tersebut selama periode yang sama.

Kementerian Informasi Venezuela belum memberikan tanggapan untuk dimintai keterangan.

Statistik resmi menunjukkan terdapat 5.297 kasus Covid-19 dengan 44 kematian.

Sejumlah kelompok, seperti Johns Hopkins Center for Public Health dan Human Rights Watch, meragukan angka resmi tersebut dan ruang lingkup tes Covid-19 yang dilakukan.

Sedangkan di China pada Selasa (30/6/2020) mencatat 19 kasus baru Covid-19 di daratan per 29 Juni naik dari 12 kasus sehari sebelumnya.

Tujuh dari kasus baru Covid-19 itu berada di Beijing, demikian Komisi Kesehatan Nasional melalui pernyataan. Sebelumnya, ibu kota tersebut juga melaporkan tujuh infeksi baru.

China daratan kembali melaporkan empat pasien orang tanpa gejala. Meski jumlah tersebut turun dibandingkan enam pasien sehari sebelumnya. Per 29 Juni, kasus Covid-19 terkonfirmasi di China daratan mencapai 83.531. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top