Papua Nugini melarang penerbangan masuk dari India pasca manipulasi hasil tes Covid-19

Papua
ilustrasi: Airport
Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Papua Nugini mengeluarkan larangan masuk kepada semua penerbangan repatriasi atau pemulangan kembali dari India ke PNG. Larangan ini dikeluarkan setelah komisi tinggi India diduga melakukan ‘penipuan’ yang disengaja yang mengakibatkan penumpang terinfeksi Covid-19 dari India tiba di PNG.

“India harus menghormati Papua Nugini sebagai negara berdaulat, dan tidak berpartisipasi dalam tindakan yang melibatkan orang-orang yang tidak bermoral untuk melanggar hukum kami dan merusak langkah-langkah kesehatan dan keselamatan masyarakat,” kata Komisaris Polisi Papua Nugini, David Manning, dalam sebuah pernyataan, dilansir The Guardian, Kamis [26/8/2021].

“Sebagai konsekuensi dari tindakan tidak terhormat yang disengaja terhadap rakyat dan pemerintah Papua Nugini, sekarang lahir larangan tanpa batas pada penerbangan repatriasi lainnya dari India. Selanjutnya, untuk saat ini CapaJet dan Garuda Indonesia telah dilarang memasuki wilayah udara Papua Nugini hingga pemberitahuan lebih lanjut.”

Jalur-jalur perbatasan Papua Nugini juga ditutup untuk sebagian besar pelancong karena pandemi. Otoritas kesehatan PNG khawatir negara itu bisa mengalami wabah Delta yang lebih besar, karena tingkat pengujian yang rendah, persentase tes positif yang tinggi dan tingkat vaksinasi yang rendah.

Pernyataan Manning itu muncul setelah penerbangan Garuda Indonesia asal India tiba di Port Moresby pada Kamis [26/8/2021] lalu, dengan membawa 81 orang penumpang atau jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari yang disepakati.

Manning mengatakan penerbangan repatriasi sebelumnya telah ditolak sebanyak empat kali dan baru mendapat izin setelah ada kesepakatan bahwa penumpang akan dibatasi sebanyak 42 orang dan semua penumpang tersebut wajib menjalani tes polymerase chain reaction atau PCR Covid-19 dua hari sebelum keberangkatan.

“Pemerintah India mengizinkan beberapa penumpang naik pesawat tanpa melakukan tes Covid-19 dan mengeluarkan hasil pemeriksaan negatif,” kata Manning. “Kegagalan [pemeriksaan] ini yang membawa empat orang yang terinfeksi Covid-19 ke Papua Nugini.

Loading...
;

“Kami sangat beruntung bahwa masing-masing dari keempat orang ini tidak lagi tertular, dan semua penumpang lain telah diperiksa [pemeriksaan Covid-19] dan hasilnya negatif.”

Dalam pernyataannya, Manning juga telah meminta tanggapan kepada Duta Besar Indonesia di Papua Nugini. Permintaan itu untuk menjelaskan, “keterlibatan pemerintahnya [Indonesia] dalam skandal itu,” katanya. Seperti diketahui, Garuda Indonesia merupakan maskapai milik negara, yang baru saja memperingati Hari Kemerdekaannya yang ke-76 tahun.

Permintaan yang sama juga diajukan kepada Komisi Tinggi India, namun kedua perwakilan negara Indonesia-India ini tidak menanggapi dan tidak berkomentar.

Update Covid-19

Hingga 25 Agustus 2021, pemerintah Papua Nugini telah melakukan pemeriksaan Covid-19 terhadap 14.676 orang warganya. Dari hasil pemeriksaan itu, sebanyak 13.522 orang dinyatakan negatif dan 398 orang positif dengan jumlah kematian empat orang.

Update tersebut setelah satu lagi kasus Covid-19 dilaporkan pada Jumat [21/8/2021] pukul 12 siang, sehingga total kasus yang dikonfirmasi menjadi 398. Kasus terbaru itu ditemukan di Distrik National Capital dan terdeteksi di Rumah Sakit Umum Port Moresby.

Kasusnya menimpa seorang pria berusia 39 tahun yang tinggal di Nine-Mile, Moresby Notheast. Pada saat pemeriksaan Covid-19, ia dalam keadaan demam, batuk, dan nyeri otot.

Saat mengumumkan kasus baru, David Manning, penanggung jawab pada Pengendali Tanggap Pandemi Nasional, mengatakan kasus penyakit tidak menular atau PTM terus meningkat di negara itu. Karenanya, ia mengimbau setiap warga yang menderita PTM untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Ia memperingatkan warga bahwa, “Kami lihat, ada kemungkinan kasus Covid-19 akan meningkat,” katanya, seperti dikutip postcourier.com, Rabu [25/8/2021].

Manning mengatakan, banyak masyarakat yang beraktifitas di tempat umum tidak menggunakan masker, yang kemungkinan besar bisa menularkan virus kepada orang lain, jika mereka memilikinya. Pada tahap ini, menurut Manning, ada transmisi komunitas yang terjadi di PNG. Angka pemulihan mencapai 232 dan kasus aktif sebanyak 162. Kemudian, jumlah hasil laboratorium yang tertunda terdapat sebanyak 671 kasus.

Ia menyebutkan, saat ini fasilitas isolasi Rita Flynn memiliki empat kasus yang terdiri dari tiga dengan kondisi ringan dan satu sedang. Lima orang lainnya dilaporkan telah dipulangkan dari tempat isolasi tersebut.

Sementara itu, di Rumah Sakit Umum Port Moresby, terdapat enam kasus yang dirawat, tiga di antaranya ringan dan tiga sedang. [*]

Editor: Angela Flassy

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top