HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

OJK sediakan data debitur untuk subsidi bunga

Papua
Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf F.T Simanjuntak (kiri) saat memberikan keterangan pers di Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung implementasi program pemerintah untuk subsidi bunga dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Papua dan Papua Barat, melalui penyediaan data dan informasi debitur Perbankan dan Perusahaan Pembiayaan yang layak mendapatkan subsidi bunga.

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf F.T Simanjuntak, mengatakan penyediaan data dan informasi debitur Perbankan dan Perusahaan Pembiayaan dimaksud merupakan peran OJK yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No 65/PMK.05/2020 mengenai Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga dan disepakati dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Kemenkeu dan OJK mengenai koordinasi pelaksanaan penempatan dan pemberian subsidi bunga dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

“Diharapkan dengan program PEN ini semakin mendorong Perbankan serta Industri Pembiayaan untuk lebih proaktif meningkatkan peluang pembiayaan dan prospek dunia usaha. Sedangkan untuk dunia usaha diharapkan untuk lebih bankable agar dapat memanfaatkan Program PEN tersebut, sehingga dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk pengembangan usaha dari Industri Perbankan maupun Perusahaan Pembiayaan,” kata Adolf dalam konferensi Pers yang digelar Senin (13/7/2020) di Manokwari.

Dikatakan Adolf, berdasarkan data yang dikelola OJK, hingga 31 Mei 2020 jumlah debitur UMKM di Provinsi Papua mencapai 79.345 debitur dengan nilai Rp9,672 Triliun dan 32.968 jumlah debitur UMKM di Provinsi Papua Barat dengan nilai Rp3,53 Triliun.

Selain itu, sampai dengan posisi 26 Juni 2020, Perbankan dan Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Papua telah memberikan restrukturisasi/relaksasi kredit kepada 41.601 Debitur dengan nilai kredit sebesar Rp6,29 Triliun. Untuk Provinsi Papua Barat sebanyak 18.933 Debitur dengan nilai Rp2,061 Triliun.

Perbankan di Provinsi Papua Barat juga menunjukkan pertumbuhan positif hingga 31 Mei 2020. Aset Perbankan posisi 31 Mei 2020 sebesar Rp 23,4 Triliun atau meningkat sebesar 7,17% (yoy).

Bahkan, lanjut dia,  penyaluran kredit Perbankan juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,17 % (yoy) menjadi Rp13,08 Triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh Perbankan hingga posisi 31 Mei 2020 sebesar Rp16,5 Triliun atau tumbuh 8,10% (yoy).

Loading...
;

“Peningkatan Aset, Penyaluran Kredit dan DPK di Papua Barat juga ditopang oleh perbaikan Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang turun menjadi 2,96%, dimana pada posisi 31  Mei 2019 mencapai 3,18%,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top