Follow our news chanel

Previous
Next

Jelang new normal, omzet penjual masker malah turun

papua-penjual-masker
Penjual masker non-medis di Pasar Hamadi - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pandemi Covid-19 yang mulai masuk Indonesia dan juga Papua pada Meret 2020, menjadi berkah bagi para penjual masker non-medis. Saat pandemi, mereka bisa menikmati kenaikan omzet penjualan yang signifikan.

Seperti yang dialami Nuning, seorang penjual masker non-medis di Pasar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua. Saat ditemui Jubi, Senin (31/8/2020), Nuning mengaku pendapatannya dalam sehari saat itu bisa mencapai Rp2 juta. Padahal sebelumnya hanya di kisaran ratusan ribu.

Ditemui sedang merapikan barang dagangannya, Nuning yang sehari-harinya berjualan telur ayam, mengatakan awalnya berjualan masker hanya sebagai sambilan. Namun karena keuntungan yang didapatnya cukup besar maka ia memutuskan sementara berjualan masker.

Untuk mendapatkan masker, Nuning membelinya di Jakarta dengan harga per lusin Rp60 ribu (isi 12 masker). Harga satu satu masker dijualnya Rp20 ribu dengan motif berbagai macam bahkan ada motif burung cenderawasih dan tifa.

Namun, keuntungan berlimpah itu hanya ia dapatkan beberapa bulan atau dari Maret sampai Juni. Pendapatannya mulai turun pada Juli, dalam sehari ‘hanya’ bisa mengantongi uang sekitar Rp1 juta.

Baca juga: Penerapan new normal, warga Kota Jayapura diminta disiplin jalankan protokol kesehatan

Memasuki Agustus 2020, menjelang penarapan new normal atau adaptasi kehidupan baru yang akan mulai diterapkan Pemerintah Kota Jayapura mulai 1 September ini, dalam sehari ia hanya bisa memperoleh Rp500 ribu.

Loading...
;

“Saya berharap korona cepat hilang. Bukan berarti saya menjual masker mengharapkan virus korona bertahan lama. Virus korona ini benar-benar merugikan semua orang,” ujar Nuning.

Disinggung kerugian yang didapatnya saat pendapatannya mulai berkurang saat penerapan new normal, sambil merapikan barang dagangannya, Nuning mengaku dari penjualan masker selama ini, sudah kembali modal bahkan keuntungan yang didapatnya sudah bisa membantu memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Sama halnya dialami Adi, seorang penjual masker di depan Kantor Pos Jayapura, Papua. Penjualan pada Maret hingga Juni, dalam sehari ia bisa menjual sebanyak seribu masker. Penjualannya mulai turun pada Juli hingga Agustus.

“Kalau laku seratus masker dalam sehari saya sudah Alhamdulillah. Sekarang sudah mulai sepi pembeli menjelang penerapan new normal. Bukannya tidak mau pakai masker tapi mungkin sudah banyak, apalagi ada bantuan masker dari pemerintah dan instansi,” ujar Adi.

Berbeda dengan Nuning, Adi membeli maskernya Rp50 ribu satu lusin di Jakarta. Satu masker dijual Rp10 ribu, namun menjelang new normal satu masker dijual Rp5.000.

“Walaupun pembeli sepi, keuntungannya sudah tertutupi dari awal-awal penjualan. Saya jualan masker hanya pekerjaan sampingan saja. Alhamdulillah buat tambah-tambah uang belanja,” ujar Adi. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top