Pandemi Covid-19, PAD Kota Jayapura surplus Rp20,5 miliar

papua-sekdispenda-kota-jayapura
Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kota Jayapura Ali Mas'udi - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Provinsi Papua pada tahun anggaran 2020 menetapkan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp250 miliar, namun mengalami recofusing anggaran menjadi Rp120 miliar, dan perubahan APBD menjadi Rp130 miliar.

“Sampai dengan akhir Desember 2020, PAD Kota Jayapura surplus 115, 68 persen atau Rp20,5 miliar lebih,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (5/1/2021).

Menurut Tomi Mano, surplus Pendapatan Asli Daerah merupakah salah satu prestasi yang luar biasa karena di masa pandemi Covid-19 Pemerintah Kota Jayapura tetap surplus.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada wajib pajak yang memberikan kontribusi. Dengan sistem pengawasan yang ketat, transparan, dan cepat sehingga meningkatkan PAD Kota Jayapura,” ujar Tomi Mano.

Dikatakan Tomi Mano, Pemerintah Kota Jayapura bisa surplus Pendapatan Asli Daerah karena karena menerapkan sistem pengawasan yang baik, online dan offline, meski aktivitas ekonomi terganggu akibat pandemi Covid-19.

“Kami memberikan keringanan tidak membayar pajak selama empat bulan kepada wajib pajak. Harapan saya, PAD tetap meningkat untuk pembangunan di Kota Jayapura,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano menambahkan, kepada petugas pemungut pajak di ibukota Provinsi Papua tersebut agar meningkatkan pelayanan, berkoordinasi dengan wajib pajak agar tepat waktu membayar pajak, dan tidak menyalahgunakan jabatan untuk merugikan para wajib pajak.

Loading...
;

Baca juga: Pemkot Jayapura bentuk tim percepatan peresmian pasar baru Youtefa

Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kota Jayapura, Ali Mas’udi, mengatakan PAD Kota Jayapura mengalami surplus karena penerapan aktivitas ekonomi di masa pandemi Covid-19, baik jasa maupun perdagangan, hingga pukul 10 malam Waktu Papua.

“Yang tadinya Rp6 miliar hingga Rp7 miliar dari Maret-September, naik menjadi Rp12 miliar pada Oktober dan Rp15 miliar pada November, karena pemberlakukan new normal,” ujar Ali.

Dikatakan Ali, dengan kerja keras dan penerapan sistem jembut bola atau mendatangi langsung para wajib pajak, intensifikasi pajak, dan pengawasan yang baik, dan penerapan berbasis online sehingga penerimaan PAD 2020 mengalami surplus.

“Jumlah wajib pajak enam ribu yang aktif mengurus fiskal, wajin pajak aktif ada delapan ribu (wajib pajak perijinan), wajib pajak bumi dan bangunan 50 ribu lebih,” ujar Ali. (*

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top