Padi Satria dongrak pemenuhan kebutuhan beras di Kota Jayapura

Panen padi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua
Panen padi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Guna meningkatkan hasil panen padi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Provinsi Papua menanam padi jenis Satria. Pengembangan padi bibit unggul ini mulai dijajaki pada pertengahan 2020. Padi Satria di lahan seluas 600 hektar, sekali panen bisa menghasilkan delapan ton.

“Usia tanam mencapai 90 hari, tinggi hingga 110 cm, ukuran batangnya sedang, dan jumlah bulirnya 300-500,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo, di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (22/2/2021).

Dikatakan Rollo, Pemerintah Kota Jayapura terus mengembangkan benihnya, karena dinilai sangat membantu dalam kebutuhan beras.

“Anakan padi Satria bisa mencapai 20-25 batang. Kami menggunakan teknik tanam legowo. Panen padi produktivitas meningkatkan karena perbaikan varietas dan air selalu tersedia,” ujar Rollo.

Menurut Rollo, dengan mengembangkan varietas padi unggul ini, sebagai upaya peningkatan produktivitas beras baik untuk kebutuhan di wilayah Kota Jayapura maupun kabupaten lain di Papua.

“Yang terpenting adalah lahan kami jaga agar ketersediaan pangan tetap jalan, petani tidak meninggalkan lahan agar tidak terlantar sehingga memacu lahan tidur, dan terus membina petani serta menyediakan sarana dan prasarana penunjang pertanian,” ujar Rollo.

Baca juga: Tagihan LPJU di Kota Jayapura Rp700 juta per bulan

Loading...
;

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan peningkatan produksi pertanian perlu dilakukan mengingat kebutuhan beras akan meningkat saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XX di Papua khususnya di Kota Jayapura, Oktober mendatang.

“Atlet dan pelatih dari luar harus dijaga makan dan minumnya sehingga saat mereka kembali tidak mengeluh tapi merasa bangga atas pelayanan yang diberikan,” ujar Tomi Mano.

Menurut Tomi Mano, dengan sekali panen tiga bulan, maka dalam setahun tiga kali panen sehingga penemuhan beras dapat tercukupi untuk masyarakat.

“Terus lakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani supaya memiliki semangat menanam padi,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top