TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Usai melihat video Steven, Pangkoops III TNI AU mengaku tak bisa tidur

Pangkoops III TNI AU saat bertatap muka dengan masyarakat Merauke, Papua
anglima Komando Operasi (Pangkoops) III TNI AU, Marsda TNI Bowo Burdianto, melakukan pertemuan bersama pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Merauke di Swiss Belhotel, Jumat (30/7/2021) – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Panglima Komando Operasi (Pangkoops) III TNI AU, Marsda TNI Bowo Burdianto, mengaku tak bisa tidur beberapa hari, setelah melihat video dua anggota Lanud Merauke, Serda  Dimas Harjanto dan Prada  Rian Febrianto, melakukan tindakan kekerasan menginjak kepala Steven (18), penyandang tuna wicara, di atas trotoar di seputaran jalan raya Mandala, Senin (26/7/ 2021).

Hal itu disampaikan Pangkoops II TNI AU saat melakukan audiens bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta sejumlah stakeholder di kabupaten di wilayah selatan Papua itu,  di Swiss belhotel, Jumat (30/7/2021).

Ikut mendampingi Pangkoops II TNI AU, Wakil Bupati Merauke, H. Riduwan.

“Dengan kejadian itu, saya tak bisa tidur selama beberapa hari dan terus berpikir kenapa bisa sampai terjadi,” ungkapnya.

Dia berpikir dengan tindakan main hakim sendiri kedua anggotanya, bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Atas nama Kepala Staf Angkatau Udara (KASAU), saya menyampaikan permohonan maaf  sedalam-dalamnya kepada Steven bersama keluarga serta seluruh masyarakat Meraauke dan Papua,” ujar Marsda TNI Bowo Burdianto.

“Kami akan melakukan evaluasi kembali setelah kejadian dimaksud. Harusnya anggota yang bertugas di suatu daerah, memahami kearifan lokal yang berlaku,” imbuhnya.

Dengan kejadian dimaksud, katanya, ke depan agar tak terulang lagi.

“Saya sudah meminta kepada Danlanud Dimara-Merauke yang baru agar terus melakukan komunikasi dengan masyarakat serta para stakeholder untuk membangun hubungan yang lebih baik,” katanya.

“Ya, dengan kejadia dimaksud, Danlanud Dimara-Merauke, Kolonel (Pnb), Herdy Arief, telah dicopot dari jabatannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pangkoops III TNI AU berjanji akan mengusahakan sehingga Steven bisa bekerja dan memiliki pendapatan setiap hari.

Baca juga: Yan Mandenas: Insiden Merauke, berindikasi melanggengkan rasisme

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke-Papua, Frederik Mahuze, dalam kesempatan itu menegaskan mengutuk tindakan kedua oknum anggota TNI AU tersebut. Sangat disayangkan dan disesalkan pengaiayaan terhadap korban Steven dengan menginjak kepalanya.

Mestinya jika ada kesalahan dilakukan masyarakat, cukup diamankan sekaligus dibicarakan dengan baik. Ini menjadi pembelajaran di waktu mendatang. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us