Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Pantai pasir putih ditutup akibat korona, Pedagang terancam ‘gulung tikar’

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Lokasi wisata pantai pasir putih di Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari ditutup untuk pengunjung hingga batas waktu yang tidak ditentukan oleh Dinas terkait dan tim satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari, I Gede Wiradana, membenarkan penutupan sementara lokasi wisata tersebut.

“Iya benar,” ujar Wiradana saat dikonfirmasi Jubi via pesan selulernya, Jumat (2/10/2020).

Penutupan tempat wisata itu, ternyata berdampak pada mata pencaharian warga sekitar yang berprofesi sebagai pemilik penyewaan bantal renang atau pelampung dan usaha warung makan.

Decky Kadakolo, pemilik penyewaan bantal renang di pantai pasir putih, mengatakan pantai merupakan tempat lepas penat warga kota Manokwari di akhir pekan, sehingga tidak perlu untuk ditutup.

Menurutnya, usaha yang digelutinya pun minim pendapatan dengan adanya pembatasan tersebut.

“Pantai ini jadi pilihan, ketika rumah sakit dan tempat karantina penuh. Orang mati bukan karena korona tapi karena stres dengan tekanan lingkungan. Jadi saya tidak setuju tempat wisata ini di tutup,” ujar Decky.

Loading...
;

Lusiana, pengusaha warung makan di pantai pasir putih mengatakan hal yang sama. Penutupan tempat wisata tersebut justru membebani ratusan pedagang, karena tidak lagi mendapatkan hasil untuk menghidupi rumah tangga mereka.

“Silakan di tutup, asal pemerintah bisa jamin kami makan setiap hari,” katanya.

Menurutnya, protokol kesehatan sangat penting untuk diterapkan di lokasi wisata, dan para pedagang dan pengusaha kecil di pantai itu, akan turut menjalankan protokol kesehatan sebagai satu kebisaan baru.

“Kami ada siapkan air cuci tangan, kalau ada pengunjung, kami pun wajibkan mereka pakai masker dan jaga jarak,” katanya lagi.

Diketahui, penutupan sejumlah tempat yang berpotensi mengumpulkan orang dalam jumlah banyak dilakukan setelah angka kasus positif korona di kota Manokwari terus meningkat.

Laporan satgas Covid-19 Papua Barat, per Jumat 2 Oktober 2020 jumlah kasus positif konfirmasi sebanyak 389 orang. Sementara jumlah orang sembuh dari korona di Manokwari sebanyak 170 orang atau setara 43,7 persen. (*)

Editor: Edho Sinaga

Scroll to Top