Follow our news chanel

Previous
Next

Pasangan Herman Anitu Basik Basik dan Sularso tidak lolos

papua-kpu-merauke
Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze, didampingi empat komisioner KPU memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Merauke-Papua, Herman Anitu Basik Basik–Sularso, yang diusung Partai Golkar dan Gerindra, dinyatakan tidak lolos oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Dari hasil verifikasi syarat calon terkait ijazah, dinyatakan tidak sah dan memenuhi syarat.

“Ijazah pasangan bakal calon Bupati Merauke, Herman Anitu Basik Basik untuk paket C atau setingkat SMA tidak sah,” jelas Ketua KPU Kabupaten Merauke, Theresia Mahuze, dengan didampingi empat komisioner lain, saat menggelar jumpa pers di kantornya, Rabu (23/9/2020).

Dengan demikian, lanjut Theresia, hanya tiga calon  bupati dan wakil bupati ditetapkan yakni Romanus Mbaraka-Riduwan yang diusung PKB serta Partai Demokrat (6) kursi di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Heribertus Silfinus Silubun-Bambang Setiadji, parpol pengusung PDI-P, PPP dan Hanura (8) kursi, dan Hendrikus Mahuze-Eddy Santoso, yang diusung Nasdem dan PKS (9) kursi.

Baca juga: KPU Merauke masih verifikasi berkas calon

Theresia mengatakan dari hasil penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Merauke ini, apabila ada bakal calon tak menerima baik dan merasa dirugikan, dapat menempuh upaya hukum melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tiga hari ke depan sejak SK ditetapkan.

Ditambahkan, saat melakukan verifikasi ijazah bakal calon, KPU melibatkan instansi terkait dari Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, kejaksaan, kepolisian, serta pengadilan negeri.

“Kami lakukan verifikasi ijazah bakal calon untuk jenjang pendidikan SMA, S1, hingga S2 dengan mendatangi sekolah maupun perguruan tinggi, tempat calon sekolah dan kuliah,” ujarnya.

Loading...
;

Anggota KPU Merauke lainnya, Frans Papilaya, mengatakan setelah penetapan calon bupati-wakil bupati ini diumumkan agar masyarakat mengetahui secara jelas.

Setelah penetapan, katanya, besok dilanjutkan dengan penarikan nomor undian.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 akan digelar secara serentak untuk daerah-daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir pada tahun 2021. Sistem pemilihan kepala daerah secara serentak pada tahun 2020 merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan di Indonesia.

Pelaksanaan pemungutan suara direncanakan digelar serentak pada bulan Desember 2020. Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 daerah, dengan rincian sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Di Provinsi Papua ada 11 daerah yang akan menggelar pilkada, yakni Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Nabire, Kabupaten Waropen, Kabupaten Supiori, Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel.

Sementara di Provinsi Papua Barat ada 9 daerah, yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Teluk Wintuni, Kabupaten Fakfak, dan Kabupaten Teluk Wondama. (*)

Editor:  Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top