Pedagang Pasar Potikelek demo, tolak penjualan kebutuhan pokok secara online

papua-demo-pedagang-pasar-potikelek-2
Para pedagang tradisional di Pasar Potikelek, Wamena, Jayawijaya, Papua saat melakukan aksi demo damai di halaman kantor DPRD Jayawijaya - Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Para pedagang asli Papua di Pasar tradisional Potikelek, Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (7/9/2020), menggelar aksi demo damai di kantor DPRD setempat, menuntut agar menertibkan penjualan kebutuhan bahan pokok secara online.

Koordinator lapangan asosiasi pedagang di Pasar tradisional Potikelek, Abraham M. Wantik, mengatakan mereka tidak menolak penjualan secara online, asal yang dijual bukan kebutuhan pokok masyarakat.

“Sekarang sudah banyak yang jual ikan, sayur mayur, dan kebutuhan pokok lainnya secara online atau pemesanan melalui sosial media. Kami minta itu tidak ada lagi,” kata Abraham Wantik.

Ia menegaskan jika ingin berjualan ikan dan sayur, jangan secara online tetapi harus berjualan di pasar dan bergabung dalam asosiasi maupun mengurus izin ke pemerintah daerah.

Hal ini agar tidak menutup pendapatan para pedagang yang menjual ikan dan sayur di pasar tradisional. Karena sejak ada penjualan secara online untuk kebutuhan pokok masyarakat, para pedagang di pasar mengalami kerugian dan mempengaruhi kondisi pasar.

“Jualan kami tidak laku. Ikan yang datang setiap hari tidak habis terjual. Sayuran mama-mama juga banyak yang rusak (karena tidak ada pembeli). Sampai saat ini tidak seperti sebelumnya,” katanya.

Untuk itu ia minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya menertibkan para penjual online. Begitu juga dengan para pedagang ikan dan sayuran di seputar persimpangan jalan Irian-Safri Darwin, agar bersama-sama masuk ke pasar.

Loading...
;
papua-demo-pedagang-pasar-potikelek-1
Para pedagang tradisional di Pasar Potikelek, Wamena, Jayawijaya, Papua saat melakukan aksi demo damai di halaman kantor DPRD Jayawijaya – Jubi/Islami

Baca juga: Pemda diminta tutup basement mall Wamena dan tertibkan pedagang liar

Ketua Asosiasi Pedagang Ikan di Pasar Potikelek, Akius Wantik, mengaku sebelum masa pandemi Covid-19 pendapatan mereka cukup baik. Hanya saja saat pandemi Covid-19,  dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk mendatangkan ikan dan menjualnya secara online.

“Kami sudah melihat perkembangan berjualan ikan dan sayur ini sejak lama dan sudah laporkan juga ke dinas terkait. Tetapi (sampai sekarang) tidak ada tindakan. Makanya kami lakukan demo ini,” kata Akius Wantik.

Ia mengaku jika selama ini para pedagang ikan di pasar tradisional tergabung dalam asosiasi, namun banyak juga penjual ikan tidak masuk asosiasi dan berjualan dari rumah ke rumah.

“Jadi sangat merugikan kami. Sekarang saja yang jual ikan di Pasar Potikelek, sebelumnya ada sekitar 21 pedagang, namun yang aktif saat ini hanya lima orang, pengaruh juga adanya yang jualan online karena orang mungkin sudah tidak mau ke pasar,” katanya.

Ketua DPRD Jayawijaya-Papua, Matias Tabuni, yang menerima aspirasi para pedagang bersama wakil ketua dan anggota dewan lainnya mengaku jika aspirasi mereka telah diterima.

Namun untuk melihat tindakan apa yang akan diambil, maka dewan akan memanggil OPD terkait, baik itu Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Satpol PP untuk mencari solusi terbaik.

“Komisi B yang akan panggil OPD terkait untuk bagaimana agar para pedagang yang belum masuk ke pasar bisa dikembalikan ke pasar, tidak lagi berjualan di pinggir jalan, sehingga terfokus semua di pasar,” kata Matias Tabuni. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top