Follow our news chanel

Pekan Sagu Nusantara 2020 dibuka

Sagu Papua
Salah seorang warga saat memperlihatkan cara mengolah sagu. - Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw membuka Pekan Sagu Nusantara 2020 di halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Selasa (20/10/2020). Pekan Sagu Nusantara 2020 itu merupakan bagian dari upaya kampanye pangan lokal di Papua.

Mathius Awoitauw menyatakan sagu telah lama menjadi pangan lokal di Papua, khususnya bagi masyarakat adat di kawasan pesisir. “Tanaman sagu di Indonesia, [sebagian besar luasannya] ada di Papua,” kata Awoitauw saat membuka Pekan Sagu Nusantara 2020, Selasa.

Awoitauw menyampaikan apresiasinya kepada semua pemerintah kabupaten/kota di Papua yang memberikan perhatian terhadap kelestarian pangan lokal. “Ini jelas akan menjadi semangat kita. [Itu] sesuai dengan kebijakan Gubernur [yang] membangun Papua berdasarkan potensi dan kearifan lokal lima wilayah adat,” ujarnya.

Sagu yang sejak lama menjadi bahan pangan lokal bagi masyarakat adat pesisir Papua memiliki berbagai manfaat, termasuk melindungi sistem percernaan dan mengobati asam lambung. Akan tetapi, sagu menjadi semakin jarang dikonsumsi masyarakat di Papua, karena kalah popular dibandingkan beras.

Baca juga: Pangan lokal  Papua, nasibmu kini

Namun, tidak semua daerah di Papua cocok ditanami padi. Akibatnya, pemenuhan kebutuhan beras di Papua harus ditopang pasokan beras dari luar Papua. Pandemi Covid-19 yang diikuti dengan kebijakan pembatasan angkutan orang dan barang dari dan menuju Papua membangkitkan kesadaran berbagai pihak di Papua untuk melestarikan kembali pangan lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Papua, Semuel Siriwa berharap ada kesadaran masyarakat untuk mengurangi ketergantungan mereka kepada beras. “Masa pandemi Covid-19 ini sebenarnya adalah pelajaran besar. Jika besok-besok tidak ada pasokan pangan dari luar, keberadaan pangan lokal bisa dimanfaatkan,” katanya.

Loading...
;

Siriwa berharap masyarakat harus bisa membiasakan diri mengkonsumsi pangan lokal, baik sagu maupun umbi-umbian, minimal seminggu dua kali. Kebiasaan itu harus dimulai dari rumah tangga masing-masing warga.

“Memang kebijakan soal ini belum berjalan baik. Untuk itu, kita harus memulai dari rumah tangga masing-masing, dengan membiasakan anak-anak kita agar pola pikir mereka berubah. Dengan Pekan Sagu Nasional itu, kami harap semua [pihak] budayakan makan [sagu], [baik] dalam papeda, kue, maupun lainnya,” ujarnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top