Follow our news chanel

Previous
Next

Ratusan pekerja lokal LNG Tangguh Bintuni dipecat lewat ‘pesan seluler’

papua-BP-Tangguh-Teluk-Bintuni
BP Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat - Jubi/Lontar.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bintuni, Jubi – Ratusan tenaga kerja asli Papua mendesak pihak CSTS (Chiyoda Saipem Triparta SAE) selaku sub kontraktor perekrut tenaga kerja di LNG Tangguh, Bintuni, Papua Barat memberikan kepastian terkait nasib mereka pasca di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tanpa penjelasan.

Perwakilan pekerja asli Papua korban PHK, Frans Asyerem, membeberkan kekesalannya atas perlakuan CSTS yang diduga telah memberikan janji palsu terkait nasib ratusan pekerja. Frans mengungkap bahwa awal pandemi Covid-19, mereka dijanjikan oleh pihak HRD perusahaan bahwa tidak akan ada pemecatan. Namun setelah dilakukan medical check-up, mereka diputuskan hubungan kerja secara sepihak hanya melalui ‘pesan singkat’.

“Sebelumnya kita dijanji bahwa kita hanya dirumahkan sementara karena adanya pandemi. Belakangan, kami terima pesan singkat lewat telepon seluler kalau kami sudah dipecat,” ujarnya, dalam sebuah pertemuan dengan Pemda Teluk Bintuni, Senin (20/7/2020) lalu.

Frans mempertanyakan rencana perekrutan tenaga kerja non-skilled maupun soft skilled dari luar Teluk Bintuni maupun luar Papua, yang hendak dilakukan oleh CSTS [sub kontraktor LNG Tangguh]. Hal ini, kata Frans, sangat disayangkan karena pekerja lokal asal Bintuni tidak diprioritaskan oleh CSTS dan LNG Tangguh dalam perekrutan.

“Kami hanya minta diberikan kesempatan untuk kerja. Ini negeri kami,” tuturnya.

Baca juga: 6.823 pekerja di Papua Barat dirumahkan akibat pandemi Covid-19

Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Teluk Bintuni, Max Samaduda, mendesak pihak CSTS [sub kontraktor] untuk kembali merekrut tenaga-tenaga kerja dari lokal Teluk Bintuni.

Loading...
;

Menurut Max, pekerja Teluk Bintuni sudah sangat berkompeten untuk bekerja di LNG Tangguh sebagai tenaga semi skilled yang bersertifikasi profesi.

”Kita di Teluk Bintuni ini ada pusat pelatihan yang didirikan pemda, yaitu P2TIM (Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas). Mereka ini telah tersertifikasi, mampu bekerja sebagai tenaga-tenaga soft skilled,” jelas Max.

Pada kesempatan itu Max mengajak masyarakat untuk terus mengawal masalah ketenagakerjaan di LNG Tangguh terutama oleh CSTS.

“Kami beri peringatan kepada CSTS untuk tidak lagi merekrut tenaga non-skilled dan soft skilled dari luar Teluk Bintuni,” ujarnya.

Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Teluk Bintuni, Frans Awak, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Teluk Bintuni, Putu Suratna, Ketua DPRD Teluk Bintuni, dam pihak CSTS sebagai sub kontraktor perekrut tenaga kerja untuk LNG Tangguh. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top