Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pembangunan di Teluk Youtefa harus perhatikan keberlangsungan masyarakat adat

papua-kampung-tobati-kota-jayapura
Kampung Tobati di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, mengatakan pembangunan yang saat ini berlangsung di kawasan Teluk Youtefa, Kota Jayapua, Papua harus memperhatikan keberlangsungngan masyarakat adat terutama warga yang mendiami Kampung Enggros, Kampung Tobati, dan Kampung Nafri.

“Di kawasan Teluk Youtefa itu ada masyarakat adat yang hanya mencari (penghidupan) di dalam area teluk. Kalau sumber daya alam menurun, seperti ikan, tentunya berdampak pada perekonomian masyarakat,” ujar Sibi, di Kantor Wali Kota Jayapura-Papua, Rabu (12/8/2020).

Dikatakan Sibi, pembangunan merupakan proses perubahan sistem sosial, ekonomi, dan infrastruktur dengan tujuan untuk meningkatkan aspek kehidupan masyarakat. Namun, bila pembangunan itu tanpa memperhatikan aspek lingkungan akan berdampak juga pada kehidupan masyarakat.

Pembangunan di Teluk Youtefa harus perhatikan keberlangsungan masyarakat adat 1 i Papua

“Sekarang saja nelayan buang jaring yang didapat sampah. Tangkapan ikan yang dulunya besar-besar, sekarang kecil-kecil. Ini karena lingkungan tempat berkembangbiak ikan terganggu akibat pembangunan yang sekarang ini terjadi di kawasan Teluk Youtefa,” ujar Sibi.

Menurut Sibi, kegiatan pembangunan harus ada keselarasan dan keimbangan dengan tetap memperhatikan unsur sosial, ekonomi, dan budaya.

“Saya yakin 20 tahun ke depan bila perencanaan pembangunan tidak dilakukan dengan baik maka bukan hanya keberlangsungan ekosistem dan lingkungan yang terancam tapi juga mata pencaharian masyarakat ikut terganggu,” ujar Sibi.

Untuk itu, Sibi berharap, dengan memperhatikan masyarakat adat dalam pembangunan di kawasan Teluk Youtefa, dapat menunjang keberlangsung kegiatan masyarakat terutama mencari penghidupan di laut seperti menjaring dan memancing ikan maupun kegiatan ekonomi lainnya.

Loading...
;

“Kegiatan pembangunan dan kegiatan masyarakat harus saling mendukung dan melengkapi tanpa harus mengorbankan masyarakat adat. Mari jaga dan lestarikan ekosistem dan lingkungan untuk anak cucu ke depan,” ujar Sibi.

Baca juga: Pembangunan di Teluk Youtefa berdampak pada ekosistem dan lingkungan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Jayapura, Yohanis Wemben, mengatakan bangunan sepanjang jalan menuju jembatan Youtefa hingga ke Pantai Holtekamp belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), SITU, SIUP, dan TDP.

“Itu pelanggaran sebenarnya. Semuanya menyalahi aturan, terutama melanggar sempadan pantai dan sempatan jalan. Sudah diberi teguran tapi pemrakarsa atau pemilik bangunan tidak segera mengurus izin,” ujar Wemben.

Untuk itu, kata Wemben, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penertiban sekaligus teguran kepada pemilik bangunan agar segera mengurus izin.

“Termasuk venue dayung (untuk PON Papua) di Teluk Youtefa belum memiliki IMB,” ujar Wemben. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top