Follow our news chanel

Previous
Next

Cegah penularan korona, Pemkot Jayapura berlakukan satu pintu

papua-rapat-koordinasi
Pemerintah Kota Jayapura saat menggelar rapat penanganan Covid-19 - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, hanya membuka satu pintu untuk akses masuk dan keluar gedung di kompleks perkantoran Pemkot Jayapura bagi Aparatur Sipil Negara dan warga masyarakat. Kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah penyebaran korona di kompleks perkantoran tersebut.

Kebijakan tersebut diberlakukan karena sejumlah Aparatur Sipil Negara terkonfirmasi positif Covid-19. Dua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jayapura tidak membuka pelayanan, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Mulai 15 September 2020 diberlakukan kebijakan satu pintu. Pintu masuk ke gedung kantor Wali Kota dikunci, hanya pintu utama saja saya buka,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, di Kantor Wali Kota Jayapura-Papua, Senin (14/9/2020).

Demi mencegah munculnya klaster baru penularan korona di perkantoran, setiap Aparatur Sipil Negara dan warga yang melewati satu pintu, harus melewati serangkaian pemeriksaan seperti pengukuran suhu tubuh, wajib cuci tangan, dan wajib memakai masker.

“Saya berharap warga dan ASN Pemkot Jayapura taat melaksanakan protokol kesehatan ini sehingga gedung kantor Wali Kota Jayapura bebas dari Covid-19,” ujar Tomi Mano.

Baca juga: Mulai besok, Kantor Dinas Pendidikan Kota Jayapura ditutup

Seorang warga yang datang mengurus Kartu Keluarga di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura, Mardiana, mengaku sangat mendukung kebijakan dimaksud, namun perlu dilakukan pengawasan.

Loading...
;

“Kalau saya tidak keberatan, hanya saja yang datang ke kantor Wali Kota ini ada orangtua yang mungkin tidak kuat jalan. Apalagi ke kantor Dukcapil ini. Harus dipikirkan juga sehingga tidak merugikan warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan,” ujar Mardiana.

Warga lainnya, Bernard, mengatakan kebijakan satu pintu tersebut harus disosialisasikan lagi kepada masyarakat sehingga tahu agar tidak kecewa.

“Saran saya dibuat papan pengumuman yang bisa dilihat semua orang. Dengan begitu warga menjadi tahu dan sadar akan pentingnya protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah,” ujar Bernard. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top