Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pemkot Jayapura teken MoU dengan tiga lembaga negara

papua-kota-jayapura-mou-tiga-lembaga-negara
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano,, saat menandatangani perjanjian kerja sama perlindungan perempuan dan anak - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan tiga lembaga negara, yaitu Polresta Jayapura Kota, Kejaksaan Negeri Jayapura, dan Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura di lapangan Kantor Wali Kota Jayapura-Papua, Senin (17/8/2020).

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut yaitu tentang pelayanan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak, serta pendampingan sosial terhadap perempuan dan anak korban kekerasan.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan sangat baik guna memberikan pengawasan, pembinaan, dan pemantauan terhadap proses penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan perempuan dan anak.

“Kerja sama ini memberikan motivasi kepada orangtua dan perempuan bahwa tidak perlu khawatir dan takut karena hal-hal terhadap pelecehan terhadap perempuan dan anak sehingga berani melakukan aktivitas sehari-hari dengan harapan kerja sama dimaksud dapat menurunkan angka kekerasan para perempuan dan anak,” ujar Rustan.

Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura-Papua, N. Rahmat, mengatakan penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kota Jayapura karena banyak yang menjadi trauma, depresi, dan tertekan.

“Penandatanganan ini untuk mengantisipasi hal itu sehingga saat anak dewasa tidak lagi mengingat masa lalunya khususnya perlakukan kekerasan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, N. Rahmat.

Baca juga: Kampanye anti-kekerasan seksual melalui Yospan bersama

Loading...
;

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura, Betty Puy, mengatakan dari Januari-Agustus 2020 terjadi 23 kasus kekerasan perempuan dan anak.

“Kasusnya bervariasi seperti kekerasan karena miras (minuman alkohol), fisik, penelantaran, dan pelecehan seksual. Kami sementara mediasi. Bila dibandingkan tahun lalu, di bulan yang sama ada peningkatan sebanyak 50 orang,” ujar Puy.

Dikatakan Puy, masalah yang diadukan ke DPPAKB Kota Jayapura dikoneksikan langsung dengan Polresta Jayapura Kota, dan polsekta dengan harapan dapat memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan.

“Kami tidak ada niat mempermalukan pelaku tapi ingin mengembalikan kehidupan yang harmonis di tengah-tengah masyarakat,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top