Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-wali-kota-jayapura
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, saat diwawancara - Jubi/Ramah

Pemkot Jayapura tingkatkan pantauan kontak pasien Covid-19

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dalam pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Serangkaian kebijakan dikeluarkan. Yang terbaru melalui contact tracing guna meminimalisasi penyebaran Covid-19.

“Sekarang kami utamakan (contact) tracing dengan yang terpapar. Dengan melakukan pemantauan dan pengawasan atau tracing terhadap kontak erat agar dapat dilakukan penanganan lebih awal supaya menghambat penyebaran Covid-19 kepada warga lainnya,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, di Kantor Wali Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (19/10/2020).

Dikatakan Rustan, peningkatan kewaspadaan ini dilakukan karena angka penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura terus bertambah. Saat ini jumlah sudah mencapai 4 ribu lebih warga yang terpapar Covid-19.

“Kalau kami rata-ratakan sekarang ini, pasien Covid-19 paling tinggi pada Oktober. Setiap hari paling tinggi ada 50 sampai 60 orang yang terpapar. Ada ribuan data yang terkumpul di Litbangkes yang harus diperiksa. Kalau September 35 per hari. Untuk itu, kami tingkatkan pelayanan contact tracing,” ujar Rustan.

Rustan berharap warga meningkatkan kewaspadaan dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan pakai sabun, supaya tidak mudah tertular korona.

“Tingkat kesembuhan juga tinggi. Rata-rata 30 orang per hari untuk saat ini. Jadi, memang cukup tinggi terutama di (Hotel) Sahid dan LPMP (Papua). Ini kami bersyukur karena bisa mengimbangi antara kesembuhan dan yang terpapar,” ujar Rustan.

Rustan menambahkan angka pasien Covid-19 yang paling banyak terjadi di instansi rumah sakit, puskesmas, pemerintahan, dan swasta, yang didapat melalui contact tracing yang dilakukan Pemerintah Kota Jayapura.

Loading...
;

Baca juga: Update 18 Oktober: Pekan 42, kasus baru turun, tapi kematian meningkat

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengaku kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan masih rendah sehingga angka Covid-19 di ibukota Provinsi Papua ini terus meningkat.

“Kurangi aktivitas keluar rumah, kalau keluar rumah harus pakai masker dan menjaga jarak, kurangi kumpul-kumpul dalam jumlah banyak maka dengan ini cara ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano berharap meski sudah memasuki era new normal atau tatanan kehidupan baru, warga yang tersebar di lima distrik, 25 kelurahan, 14 kampung, dan 1.123 RT/RW di Kota Jayapura agar tetap berada pada protokol kesehatan ketat.

“Semuanya kita satu hati untuk perangi Covid-19 di wilayah Kota Jayapura. Kalau bukan kita siapa lagi. Jangan takut dengan Covid-19 tapi harus dilawan sesuai dengan iman dan imun yang bagus. Mari kita memanjatkan doa kepada Tuhan sesuai agama masing-masing supaya wabah ini cepat berlalu. Kesadaran, kepatuhan, dan disiplin masyarakat sangat penting,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top