Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua-Wali Kota Jayapura
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano - Jubi/Ramah

Pemkot Jayapura tunda belajar tatap muka

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Provinsi Papua, menunda belajar tatap muka di sekolah untuk mencegah klaster baru penyebaran Covid-19.

“Belajar tatap muka sedianya akan dilaksanakan pada awal Juli ini atau tahun ajaran 2021/2022. Namun, dengan melihat trend peningkatan (angka) Covid-19 sehingga ditunda,” ujar Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (1/7/2021).

Dikatakan Tomi Mano, penundaan aktivitas belajar mengajar dilakukan di sekolah karena Pemberlakukan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM) diperketat. Aktivitas masyarakat hanya diizinkan sampai pukul 8 malam, yang sebelumnya sampai pukul 11 malam.

“Keputusan ini sesuai rapat bersama Forkopimda dan pihak terkait untuk menekan angka penyebaran Covid-19 supaya tidak semakin meluas lagi,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, sekolah, dan tenaga pendidikan serta tenaga kependidikan melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar.

“Mempersiapkan diri dengan pembelajaran secara daring atau online dan melakukan evaluasi supaya pelaksanaan belajar online semakin maksimal supaya peserta didik tidak ketinggalan mata pelajaran,” ujar Tomi Mano.

Baca juga: Pemerintah Kota Jayapura perkatat PPKM

Loading...
;

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo, mengatakan belajar tatap muka dilakukan bila pimpinan dalam hal ini Wali Kota Jayapura memberikan izin untuk dilaksanakan.

“Sebenarnya kami sudah siap, sarana dan prasarana sudah disiapkan, guru sudah divaksin. Namun, belajar tatap muka ini kembali lagi pada kebijakan pimpinan,” ujar Pasolo.

Menurut Pasolo, belajar tatap muka sebenarnya masih menjadi opsi atau pilhian untuk dilakukan atau tidak, dengan melihat angka atau perkembangan Covid-19 di ibukota Provinsi Papua tersebut.

“Belajar tatap muka ini sudah diterapkan, namun terbatas hanya 50 persen dari jumlah siswa dan waktu belajar hanya 2 jam dari sebelumnya 7 jam setiap hari,” ujar Pasolo. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top