Pemkot Jayapura maksimalkan PAD melalui usaha rumah kost

Sekretaris Bapenda Kota Jayapura Papua
Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kota Jayapura, Ali Mas'udi - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Membuka bisnis kos-kosan (rumah kost) saat ini memiliki prospek yang baik dan menguntungkan. Apalagi itu lokasinya berada di pusat perdagangan, industri, dan pendidikan. Salah satunya di Kota Jayapura, Provinsi Papua, rumah kos mulai menjamur, baik berskala besar maupun kecil.

“Pemilik rumah kos-kosan di Kota Jayapura seluruhnya ada 300 orang (rumah kos besar, kecil, dan sedang),” ujar Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kota Jayapura, Ali Mas’udi, di Kantor Badan Pendapatan Daerah, Selasa (13/1/2021).

Dikatakan Ali, Bapenda Kota Jayapura sudah melakukan penagihan atau pemungutan pajak usaha rumah kost, sebagai pemasukan pendapatan asli daerah (PAD), yang sudah berjalan selama tiga tahun.

“Tarif pajak rumah kost sebesar 10 persen sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah dan dikategorikan sebagai jasa penginapan. Untuk rumah kost, gubuk wisata, dan sejenisnya sesuai Undang-Undang masuk dalam pajak hotel,” ujar Ali.

Dikatakan Ali, pengelola usaha rumah kost yang memiliki kamar mulai dari 10 kamar masih dikategorikan berskala kecil, sedangkan usaha rumah kost yang memiliki kamar hingga 100 kamar dikategorikan skala besar.

“Pajak rumah kost tahun 2021 ini ditargetkan Rp2 miliar lebih. Prinsipnya dibayar oleh penyewa. Jadi, bukan pemilik, pemilik kewajibannya memungut atau menyetor sesuai amanat Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang pajak daerah,” ujar Ali.

Dikatakan Ali, saat ini Bapenda Kota Jayapura masih memfokuskan pemungutan pajak untuk rumah kost berskala besar, yaitu dengan jumlah kamar antara 50 hingga 100 kamar dengan jumlah wajib pajak atau sebanyak 50 orang.

Loading...
;

“Yang kecil-kecil ini susah penagihannya, bahkan kami datangi juga. Kami lakukan pemungutan secara bertahap dengan harapan semua pemilik rumah kost mau membayar pajak. Kami sudah sosialisasi. Potensi ke depan, hotel restoran karena merupakan kota jasa, perdagangan, pariwisata dan pendidikan,” ujar Ali.

Baca juga: Bapenda Kota Jayapura optimis capai target PAD 2021

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan dengan meningkatnya usaha rumah kost, tentu saja akan meningkatkan penghasilan dari wajib pajak dan secara tidak langsung akan meningkatkan penerimaan pajak penghasilan atau PPh.

“Pemungutan pajak dari usaha rumah kost masih rendah. Untuk itu, perlu sosialisasi lagi kepada pemilik rumah kos agar taat membayar pajak supaya usaha yang sedang dijalankan tidak terganggu,” ujar Rustan.

Rustan menambahkan untuk membangun rumah kost harus layak, di antaranya sehat atau lingkungan bersih, tidak kumuh, tidak menjadi tempat praktek prostitusi, dan tidak dikadikan sebagai tempat produksi narkoba. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top