Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pendapat akademisi Uncen terkait tuntutan terhadap tapol Papua

Tapol Papua
Tim penasihat hukum saat mengunjungi tujuh tahanan politik Papua di Kaltim - Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Akademisi Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura Papua, Dr. Khristina Sawen, MH, memberikan pendapatnya terkait perbedaan tuntutn Jaksa Penuntut Umum atau JPU terhadap tujuh tahanan politik (tapol) Papua di Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut dosen hukum pidana itu, dalam teori hukum pidana, pemahaman terhadap makar, yakni makar sebagai suatu ketentuan umum sebagaimana diatur dalam Pasal 87 KUHP, dan makar sebagai tindak pidana (perbuatan pidana) diatur dalam buku II KUHP, yaitu Pasal 104 KUHP; 106 KUHP dan Pasal 107 KUHP.

Pendapat akademisi Uncen terkait tuntutan terhadap tapol Papua 1 i Papua

“Suatu perbuatan memenuhi syarat makar yaitu, [sudah ada] niat, nyata dari permulaan pelaksanaan sebagaimana dalam Pasal 53 ayat (1) KUHP. Terhadap pasal 53 ayat (1) KUHP; mengenai poging yang juga disebut memuat syarat-syarat percobaan, yaitu adanya niat, permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya perbuatan bukan kehendak pelaku,” kata Dr. Kristina Sawen, melalui panggilan telepon, Rabu (10/6/2020).

Katanya, syarat-syarat makar akan terpenuhi menjadi suatu tindak pidana makar, apabila ada niat yang ternyata dalam suatu permulaan pelaksanaan. Hal itu dilakukan pada kategori, pertama perbuatan dengan niat membunuh Presiden atau wakil Presiden, atau membuatnya tidak mampu memerintah (Pasal 104 KUHP). Kedua, dengan niat hendak menakluk (memisahkan) wilayah negara dari wilayah lainnya (Pasal 106 KUHP), dan ketiga dengan niat menggulingkan pemerintahan (Pasal 107 KUHP).

“Apabila syarat-syarat tersebut dalam Pasal 87 KUHP, sudah terpenuhi terhadap maksud sebagaimana perbuatan hendak membunuh pimpinan negara, memisahkan wilayah negara, dan menggulingkan pemerintahan maka perbuatan itu dikatakan sebagai tindak pidana makar,” ujarnya.

Ia berpendapat dalam masus tujuh tapol Papua di Kaltim (Buchtar Tabuni dan kawan-kawan) hendaknya hakim jeli melihat syarat-syarat makar yang didakwakan, untuk dijadikan dasar pertimbangan lain dalam putusan hakim nantinya. Perlu dikaji lebih dalam terhadap unsur ‘niat’ dan unsur ‘permulaan pelaksanaan’ sebagai syarat atas tindak pidana makar.

Loading...
;

Unsur niat atau maksud (voornemen), lanjut Sawen, adalah sikap batin untuk melakukan tindak pidana makar. Pada prinsipnya niat/maksud merupakan unsur subjektif karena menyangkut sikap batin seseorang sehingga pembuktian adanya niat/maksud ini harus dinormatifkan atau diobjektifkan. 

“Pembuktian unsur ini pada dasarnya sama dengan pembuktian kesengajaan (opzet/dolus), dimana harus dibuktikan bahwa pelaku percobaan mengetahui dan menghendaki baik kejahatan maupun akibatnya (willen en wetten),” ucapnya.

Katanya, terdapat dua istilah penting unsur permulaan dalam konsep permulaan pelaksanaan berdasarkan doktrin dalam ilmu hukum pidana, yakni perbuatan persiapan (voorbereidingshandelingen), dan perbuatan  pelaksanaan (uitvoeringenshandelingen).

Perbuatan persiapan diartikan sebagai setiap perbuatan yang dilakukan untuk mempersiapkan tindak pidana yang akan dilakukan, atau sering disebut permulaan pelaksanaan niat.

Sementara itu, berdasarkan Memorie van Toelichting (MvT), yang dimaksud dengan permulaan pelaksanaan adalah tindakan-tindakan yang mempunyai hubungan langsung dengan kejahatan yang dimaksud untuk dilakukan.

Namun, hingga kini belum ada batasan pasti terhadap perbuatan persiapan dan perbuatan pelaksanaan dalam tindak pidana makar, sehingga masih tetap mengacu kepada putusan Einhovense Hoge rage arrest 1934, dan ajaran subjektif-objektif dalam konsep poging.

“Dengan demikian dalam proses hukum kedua syarat ini yang harus dibuktikan dengan jelas dan pasti, demi terciptanya keadilan. Termasuk dalam hal pembuktian terhadap pasal yang didakwakan terhadap Buchtar Tabuni dan kawan-kawan,” ucapnya.

Kristina Sawen menambahkan tidak menjadi soal terkait perbedaan dakwaan dan tuntutan terhadap tujuh tapol Papua dengan tuntutan dan putusan terhadap Erik Aliknoe bersama dua terdakwa makar lainnya di Manokwari yang divonis sembilan bulan penjara oleh hakim atau lebih ringan dibanding tuntutan 10 bulan penjara dari JPU, sejauh masih dalam batasan ancaman pidana pada pasal yang didakwakan.

“Hanya saja yang menjadi persoalan adalah perlu pengakuan terhadap pembuktian unsur tindak pidana yang didakwakan. Apakah murni  bertujuan menegakkan keadilan? Satu hal lain, hakim juga hendaknya memperhatikan yurisprudensi sehingga tidak menciderai hukum,” katanya.

Tujuh tapol Papua di Kaltim dituntut JPU lima tahun hingga 17 tahun pidana penjara. Buchtar Tabuni dituntut paling berat, 17 tahun penjara. Enam Tapol lainnya, yakni Irwanus Uropmabin dituntut lima tahun penjara, Steven Itlay 15 tahun penjara, Agus Kossay 15 tahun penjara, Alexander Gobay 10 tahun penjara, Fery Kombo 10 tahun penjara, dan Hengki Hilapok lima tahun penjara.

https://jubi.co.id/pengacara-7-tapol-papua-di-kaltim-kami-siap-lawan-tiap-poin-makar/

Tim Kuasa Hukum tujuh tapol Papua telah membacakan puluhan lembar halaman berisi pembelaan dalam persidangan dengan agenda pledoi Irwanus Uropmabin dan Buchtar Tabuni yang digelar secara online pada Selasa (9/6/2020).

“Kami mengajukan argumentasi untuk meng-counter (melawan) apa yang menjadi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum,” kata Koordinator Tim Kuasa Hukum tujuh tapol Papua, Latifah Anum Siregar, Selasa (9/6/2020) siang.

Katanya, dengan berdasarkan berbagai bukti, fakta persidangan yang ada, termasuk keterangan saksi ahli, bukti surat, dan petunjuk pihaknya tetap berargumentasi bahwa kliennya tidak bersalah.

Persidangan tapol Papua di Kaltim dengan agenda pembacaan pledoi kembali akan digelar dalam pekan ini. Pledoi Hengki Hilapok, Alexander Gobay, dan Steven Itlay dibacakan pada 11 Juni 2020, dan pledoi Fery Kombo bersama Agus Kossay dibacakan pada 12 Juni 2020. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top