Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-angkot-kota jayapura
Sopir angkutan kota atau taxi di Terminal PTC Entrop, Kota Jayapura saat sedang menunggu penumpang - Jubi/Ramah

Penyesuaian tarif angkot, Dishub Kota Jayapura: Tunggu SK Gubernur

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, mengatakan penyesuaian tarif angkutan dalam kota atau angkot di masa new normal pandemi Covid-19 masih menuggu Surat Keputusan dari Gubernur Papua.

“Tarif angkutan umum masih mengikuti sesuai SK Wali Kota Jayapura, karena mengubah tarif harus ada dasarnya yaitu surat keputusan dari Gubernur Papua,” ujar Sitorus di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (5/10/2020).

Menurut Sitorus, penyesuaian tarif angkot demi meningkatkan pendapatan sopir di masa new normal, setelah terpukul pendapatannya akibat pemberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat.

“Sekarang tarifnya masih Rp4.000 dari Terminal PTC Entrop ke Abepura, Rp3.000 ribu dari Terminal PTC Entrop ke Jayapura. Kalau gubernur mengeluarkan tarif dasar, itu berarti (berlaku) se-Papua,” ujar Sitorus.

Baca juga: Potensi penularan virus korona di Kota Jayapura naik lagi

Sitorus berharap perlu adanya penyesuaian tarif angkot di masa new normal. Apalagi transportasi publik saat ini dibatasi kapasitas jumlah penumpangnya, yang membuat pendapatan sopir angkot di Kota Jayapura yang jumlah mencapai 2.346, turun drastis.

“Taxi Carry sekali jalan dari Terminal PTC Entrop memuat delapan orang. Karena pandemi Covid-19, (jumlah penumpang) dikurangi menjadi lima orang sekali jalan, karena menerapkan jaga jarak,” ujar Sitorus.

Loading...
;

Meski demikian, dikatakan Sitorus, angkutan umum di Kota Jayapura tetap mengedepankan protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak, (sopir dan penumpang wajib) memakai masker, melakukan disinfeksi (angkot) sebelum beroperasi, dan menyediakan hand sanitizer di dalam angkot.

“Sebelum naik angkutan umum, penumpang diwajibkan cek suhu tubuhnya. Bila (suhu tubuh) di atas 37 derajat, diimbau ke rumah sakit atau puskesmas (terdekat) untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Ini dilakukan) untuk memutus penyebaran covid,” ujar Sitorus.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan ongkos angkot belum diatur di masa pandemi Covid-19.

“Ongkos ini diatur oleh pemerintah provinsi. Kami hanya menyesuaikan sesuai surat keputusan Gubernur Papua,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Dewi Wulandari                

Scroll to Top