Follow our news chanel

Perubahan nama Bandara dan Stadion ada dasar aturannya dan sesuai mekanisme 

Papua
Pemasangan spanduk penolakan yang dipasang oleh DASS di depan pintu Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (20/10/2020) – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau Bapemperda DPR Papua menyatakan, mekanisme perubahan nama Bandara Sentani dan Stadion Papua Bangkit di Kabupaten Jayapura, telah sesuai mekanisme.

Ketua Bapemperda DPR Papua, Emus Gwijangge mengatakan pergantian nama itu diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah Khusus dan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi atau Raperdasus/Raerdasi yang disahkan DPR Papua bersama pihak eksekutif, 18 September 2019.

Menurutnya, Perdasus pergantian nama Bandara Sentani menjadi Dor Theys Hiyo Eluay merupakan inisiatif DPR Papua. Raperdasi pergantian nama Stadion Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe merupakan usulan eksekutif.

“Kalau ada yang bertanya, apa dasar hukum pergantian nama Bandara Sentani dan Stadion Papua Bangkit, Raperdasus dan Raperdasi yang kini sudah disahkan itulah dasarnya,” kata Emus Gwijangge kepada Jubi melalui panggilan telepon, Rabu (21/10/2020).

Wakil Ketua Bapemperda DPR Papua periode 2014-2019 itu menyatakan, tahap pembahasan Raperdasus dan Raperdasi pergantian nama kedua fasilitas publik tersebut telah sesuai mekanisme.

Sebelum legistalif dan eksekutif sepakat mengesahkan kedua Raperdanya dalam paripurna non-APBD, terlebih dahulu dilakukan konsultasi publik.

Konsultasi publik yang ketika itu digelar di lima wilayah adat di Papua, bertujuan meminta masukan dan tanggapan dari masyarakat.

Loading...
;

Menurutnya, Bapemperda DPR Papua juga melakukan kajian dengan melibatkan akademisi.

“Kenapa baru sekarang ada pihak yang menyatakan tidak setuju. Mengapa itu tidak disampaikan sebelum Raperdasus dan Raperdasinya disahkan,” ujarnya.

Kata Emus Gwijangge, setelah Rapersus dan Raperdasi itu disahkan, DPR Papua mengkonsultasikannya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Akan tetapi, Kemendagri baru meregistrasi atau menyetujui kedua Perda itu diberlakukan sebagaimana mestinya sekira empat bulan lalu.

“Setelah butuh perjuangan cukup lama, akhirnya apa yang diupayakan terwujud. Kami DPR Papua ketika itu berinisiatif merumuskan Raperdasus pergantian nama Bandara Sentani menjadi Dor Theya Hiyo Eluay, karena menilai beliau adalah tokoh Papua yang selalu diingat orang Papua,” ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Adat Suku Sentani menentang rencana penggantian nama terhadap Bandara Sentani dan Stadion Papua Bangkit di Kabupaten Jayapura.

Penentangan itu mereka sampaikan melalui pemasangan spanduk di kedua lokasi fasilitas publik tersebut.

“Nama Bandara Sentani dan Stadion Papua Bangkit sudah mewakili seluruh masyarakat Papua sehingga tidak boleh diganti dengan nama perorangan. Pemerintah daerah seharusnya berkoordinasi dahulu dengan kami sebagai pemimpin adat wilayah ini dalam pemberian nama terhadap fasilitas publik,” kata Wakil Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS) Origenes Kaway, Selasa (20/10/2020).

Ia mengancam bakal menduduki Stadion Papua Bangkit apabila pemerintah setempat menganti nama fasilitas olah raga yang bakal diresmikan pada Jumat tersebut.

“Dasar (hukum) penggantian nama itu apa? Kenapa pemilik hak ulayat tidak pernah dilibatkan dalam pembahasannya?” tegas Kaway. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top