Follow our news chanel

Previous
Next

Relevansi perundingan dalam polemik otsus Papua menurut mekanisme hukum internasional

papua-otsus-demo-mahasiswa-tolikara
Ritual ‘pemakaman’ Otsus Papua yang dilakukan mahasiswa Tolikara pada demo menolak otomoni khusus (otsus) untuk Papua dan Papua Barat, yang digelar di Asrama Mahasiswa Tolikara di Kampung Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura-Papua, Rabu (29/7/2020) - Jubi/Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh: Soleman Itlay

Polemik otonomi khusus (otsus) Papua tidak akan pernah bisa diselesaikan dengan cepat tanpa jalan tengah. Salah satu jalan damai yang paling efektif adalah menyelesaikan polemik otsus melalui mekanisme hukum internasional, yaitu: insurgent dan belligerent.

Soal perundingan sesuai dengan mekanisme internasional, Malcolm N. Shaw dalam bukunya yang berjudul Internasional Law telah menguraikan jenis-jenis subjek hukum internasional yang menjamin dan pernah dipraktikkan oleh sejumlah negara/lembaga/daerah yang berpotensi maupun memang menjadi daerah merah—konflik berkepanjangan, termasuk West Papua saat ini.

Di dalam buku tersebut, Shaw katakan:

“Hukum internasional mengakui bahwa entitas tersebut dapat dalam keadaan tertentu, terutama tergantung pada keadaan administrasi de facto wilayah tertentu, masuk ke pengaturan yang sah. Selain itu, mereka akan terikat oleh aturan hukum internasional sehubungan dengan perilaku permusuhan dan mungkin pada waktunya akan diakui sebagai pemerintah”.

Lanjutnya, hukum adat sedang dalam proses modifikasi sebagai akibat dari hak untuk menentukan nasib sendiri, dan prinsip-prinsip hukum lainnya seperti integrasi, territorial, kesetaraan kedaulatan dan nonintervensi, selain pengakuan perlu dipertimbang” (hal. 425).

Sementara itu, Peter Malanczuk dalam buku Akehurst’s Modern Introduction to International Law kemudian menambahkan (hal. 104), bahwa: “Pemberontakan dalam perang ‘saudara’ telah lama diakui dalam hukum internasional sebagai subyek yang memiliki hak dan kewajiban tertentu karena mereka mengendalikan beberapa wilayah dan mungkin menjadi pemerintahan baru dalam negara yang efektif”.

Loading...
;

Setidaknya ada delapan jenis perundingan yang biasanya dilakukan, antara lain; perundingan dalam konteks kenegaraan, Tahta Suci Vatikan, insurgent dan belligerent, national liberation movement, international public companies, transnational corporation, individu dan international organization.

Belajar dari RI-GAM

RI-GAM pernah melakukan perundingan pada 15 Agustus 2005 untuk menyelesaikan status otsus di Aceh. Di sini mereka menggunakan konsep perundingan berdasarkan mekanisme hukum internasional, yaitu; insurgent dan belligerent. Perundingan itu dimediasi oleh Martti Ahtisaari sebagai fasilitator, pihak ketiga yang netral.

Keduanya (RI – GAM) menempuh jalan ini karena dinamika sosial dan politik di Aceh dan Jakarta tidak konduktif akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan dan sulit sekali melakukan kompromi, serta berpotensi menimbulkan kerusuhan yang berujung pada pertumpahan darah.

Perundingan dalam konteks West Papua

Persoalan di West Papua saat ini pun kurang lebih sama. Tidak bisa diselesaikan tanpa jalan damai.

Kalau benar-benar mau selesaikan sampai tuntas, harus kembali ke hulu—menyentuh dan meluruskan kontradiksi status politik West Papua pada masa lalu hingga saat ini.

Harus berangkat atau dimulai dari awal—titik nol yang paling mendasar dan yang memiliki pengaruh terhadap realitas saat ini.

Singkat kata, selesaikan dulu akar persoalannya, lalu silakan mulai bicara soal pangkal, batang, dan daun-daun, termasuk soal otsus: dilanjutkan atau tidak.

Tidak bisa hanya bicara sepotong-potong, mengandalkan pikiran dari sebuah kelompok semata. Tidak bisa lagi dengan tetap mempertahankan sikap, prinsip, egoisme, argumentasi, dan kepentingan sepihak.

Kalau mode itu yang dilakukan, bukannya menyelesaikan persoalan di West Papua. Akan tetapi itu sama halnya dengan omong kosong. Atau dengan kata lain justru hanya akan meningkatkan kompleksitas persoalan baru di atas persoalan kronis.

Lebih baik sama-sama cari jalan damai, netral, independen. Profesional. Terlebih memprioritaskan prinsip demokrasi yang universal. Bicara dalam perundingan internasional (segitiga) sesuai dengan mekanisme hukum internasional yang sangat relevan dan sangat baik untuk kedua belah pihak.

Relevansi perundingan segitiga dalam polemik otsus Papua

Pendekatan seperti ini sangat relevan. Apa relevansinya dari perundingan segitiga melalui mekanisme hukum internasional, yaitu insurgent dan belligerent dengan persoalan West Papua pada masa lalu hingga saat ini, termasuk dalam polemik otsus pada dewasa ini?

Pertama, salah satu pertimbangan, karena hampir semua negara atau kawasan yang penuh dengan konflik bersenjata yang penuh dengan persoalan ideologi politik di dunia, menempuh mekanisme tersebut.

Tapi juga, dalam menyelesaikan polemik kebijakan domestik dari sebuah negara di daerah konflik, bisa dan paling sering menggunakan pendekatan perundingan melalui mekanisme insurgent dan belligerent. Kolonial punya pengalaman dengan GAM soal ini.

Kedua, karena sejarah masa lalu West Papua itu penuh dengan perundingan ilegal, tidak demokratis dan aspiratif. Maka, untuk selesaikan ragam persoalan masa lalu maupun saat ini, termasuk polemik Otsus saat ini harus ditempuh melalui perundingan yang sama.

Catatan pentingnya adalah lebih memprioritaskan pada aspek hukum yang lebih legal, demokratis, dan aspiratif. Tapi juga, tetap dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan, nasib dan masa depan orang West Papua selaku tuan tanah.

Ketiga, sebaiknya untuk menghindari kerugian material, kekerasan dan kejahatan politik, pelanggaran HAM yang selalu dan akan berujung pada proses genosida kilat—diam-diam (disguised slavery), secara sistematis, masif, berkelanjutan dan berkepanjangan yang berpotensi diakibatkan oleh protes, demonstrasi dan kerusuhan besar-besaran di tanah air. (*)

Penulis adalah masyarakat Papua, tinggal di  Jayapura

Editor: Timoteus Martin

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top