Follow our news chanel

Previous
Next

PGRI sesalkan sikap arogan Plt Kepala Dinas Pendidikan Teluk Bintuni

papua-dinas-pendidikan-teluk-bintuni
Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni - Jubi/Hans Arnold Kapisa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bintuni, Jubi – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat mengecam sikap arogan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Bintuni, Daniel Dudung, atas dugaan ancaman lewat disposisi pemindahan yang ditujukan kepada seorang guru honorer atas nama Natalia Dessy Wulaningrum, ke wilayah pedalaman, buntut masalah lain yang tidak relevan dengan profesinya sebagai guru honorer di SMP Terpadu Teluk Bintuni.

Sekretaris PGRI Teluk Bintuni, Haryanto Mumuan, menyatakan secara resmi PGRI akan melayangkan surat kepada Dinas Pendidikan, dengan tembusan kepada Sekretaris Daerah dan DPRD setempat, untuk mendesak Plt Kepala Dinas Pendidikan Teluk Bintuni menyampaikan permohonan maaf kepada PGRI sebagai organisasi penaung profesi guru.

“Kami [PGRI] desak Plt Kepala Dinas Pendidikan (Teluk Bintuni) untuk segera berikan klarifikasi atas penerbitan disposisi [pemindahan] guru honorer atas nana Natalia Dessy Wulaningrum ke daerah pedalaman, disertai alasan-alasan yang berkaitan dengan profesinya guru, dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujar Haryanto kepada wartawan, Selasa (6/10/2020) malam.

Catatan PGRI, kata Haryanto, Dessy Natalia Wulaningrum adalah guru honorer berprestasi yang mempunyai lisensi atas dedikasinya dalam mendorong sebuah bimbingan belajar (bimbel) di masa pandemi Covid-19.

“Catatan kami, bahwa Natalia punya dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas pelayanannya sebagai guru secara total, untuk masa depan generasi emas, yang sepatutnya ikut dijaga oleh dinas, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Kendatipun, lanjut Haryanto, rencana pemindahan Natalia ke pedalaman adalah buntut masalah lain yang tidak berkaitan dengan profesi guru [PGRI tak masalah], karena merupakan masalah pribadi Plt Kepala Dinas Pendidikan dengan Roberth Parantean [suami dari Dessy Natalia Wulaningrum].

“Pak Plt Kepala Dinas Pendidikan harus bijak memilah persoalan sebelum mengambil sebuah keputusan,” katanya lagi.

Loading...
;

Haryanto menegaskan tujuan merdeka belajar lewat inovasi setiap guru di tengah situasi pandemic Covid-19, harus dijaga.

“Kita harap, guru tetap tenang laksanakan tugas dengan inovasi yang dimiliki, karena kondisi pandemi Covid-19 saat ini, guru harus semangat, bukan sebaliknya,” katanya.

Pernyataan tegas dari PGRI Teluk Bintuni, sebut Haryanto, agar ke depannya tak ada lagi kejadian serupa menimpa guru lainnya.

“Kami tak mau hal serupa terulang  pada guru-guru berikutnya. Natalia jadi pengalaman terakhir bagi kami [PGRI] Teluk Bintuni. Jangan lagi ada sistem yang membatasi atau menekan kemerdekaan guru dan siswa dalam kegiatan belajar-mengajar,” tukasnya.

Sebelumnya, pada tanggal 5 Oktober 2020, tepatnya di Hari Guru Sedunia, Natalia Dessy Wulaningrum, mengungkap peristiwa yang dialaminya pada laman akun Facebook-nya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Daniel Dudung, yang dikonfirmasi awak media, tak menampik bahwa disposisi pemindahan guru honorer ke pedalaman, karena suami guru tersebut enggan mengembalikan kendaraan dinas.

“Suami dari guru honorer itu [Roberth Parantean], pernah bertugas di Dinas Pendidikan Bintuni, dan sekarang sudah pindah ke Dinas Kearsipan. Kendaraan operasional Dinas Pendidikan, masih ada pada dia [Roberth]. Sudah saya minta tapi tidak juga dikasih, jadi saya keluarkan disposisi untuk pindahkan istrinya [Natalia Dessy Wulaningrum] ke pedalaman,” ujar Daniel. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top