Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-aktivitas-pasar-hamadi
Aktivitas di Pasar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Potensi pelanggar protokol kesehatan di Kota Jayapura cukup besar

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura Robert L.N Awi, mengaku potensi pelanggar protokol kesehatan di ibukota Provinsi Papua di masa pandemi Covid-19 cukup besar karena kurangnya kesadaran masyarakat.

“Yang agak bandel ini biasanya pengunjung pasar. Kalau tingkat kesadaran pedagang dalam menerapkan protokol kesehatan sudah sangat bagus bila dilihat secara umum,” ujar Awi di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Jumat (23/10/2020).

Untuk itu, dikatakan Awi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura akan melakukan operasi yustisi protokol kesehatan atau sweeping masker, baik di pasar tradisional maupun pasar modern, untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Sanksinya disesuaikan dengan perda, yaitu sanksi sosial dengan membersihkan sampah dan membayar denda dalam bentuk uang sebesar Rp200 ribu,” ujar Awi.

Awi menjelaskan dalam melakukan penertiban protokol kesehatan pihaknya bekerjasama dengan jajaran kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jayapura, yaitu dengan memperketat pengawasan protokol kesehatan di pasar dengan cara melarang pedagang dan pengunjung masuk pasar bila tidak memakai masker.

“Upaya yang kami lakukan ini sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 di pasar. Saya berharap pengertian dari pedagang dan pengunjung untuk bersama-sama kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Awi.

Baca juga: Update 19 Oktober: Bertambah 22, kasus Covid-19 di Kota Jayapura mencapai 4.352

Loading...
;

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura semakin tinggi. Angka penularannya dalan sehari pada Oktober 2020 bisa mencapai 50 orang atau lebih tinggi bila dibandingkan saat September, yaitu 25 orang dalam sehari.

“Kami minta, ini barang (masker) jangan dianggap sepele karena menyelamatkan kita sekarang karena belum ada masker. Sekali lagi kami imbau pedagang dan pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker saat masuk pasar, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun atau selalu membawa hand sanitizer,” ujar Rustan.

Salah seorang pedagang buah sirih dan pinang di Pasar Hamadi Kota Jayapura, pasar sentral terbesar di Papua, Marlina, mengaku kesadaran pedagang dan pembeli untuk menggunakan masker saat masuk pasar masih kurang.

“Masih banyak yang tidak pakai masker. Seharusnya pemerintah kota melakukan pengawasan setiap hari supaya menyadarkan warga terhadap bahaya dari virus korona ini. Kalau tidak dilakukan pengawasan maka virus korona ini tidak akan berhenti penyebarannya terutama di pasar,” ujar Marlina. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top