Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-walkot-jayapura
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano – Jubi/Ramah

PSBB, Pemkot Jayapura akan bahas dengan Satgas Covid-19

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, belum memutuskan pelaksanaan Pembatasan Sosial Diperluas Diperketat (PSBB), karena masih akan membahasnya dengan tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Jayapura.

“Rapat pembahasan ini paling lambat 14 Januari 2021 atau Kamis sudah ada putusan PSBB,” ujar Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (11/1/2021).

Dikatakan Tomi Mano, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Covid-19 atau virus korona, yang akan diberlakukan pada 11-25 Januari 2021.

“Sesuai instruksi Presiden, itu hanya di pulau Jawa dan sekitarnya. Papua tidak masuk dalam instruksi tersebut, tapi kalau melihat kondisi kota kita akan melakukan hal tersebut (PSBB),” ujar Tomi Mano.

Dikatakan Tomi Mano, saat ini angka penambahan pasien Covid-19 di ibukota Provinsi Papua tersebut setiap hari bisa 30 hingga 35 orang, walau angka kesembuhan juga meningkat.

“Dalam rapat nanti, kami juga akan membahas evaluasi aktivitas masyarakat, apakah masih tetap berlaku hingga pukul 22.00 Waktu Papua atau tindakan. Apapun keputusan dalam rapat nanti, saya harapkan masyarakat memahami, karena ini semua demi memutus penyebaran virus korona di Kota Jayapura,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano menambahkan Pemerintah Kota Jayapura dan Satgas Covid-19 mengoptimalkan patroli dan sweeping masker serta akvitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sehingga warga mentaati protokol kesehatan.

Loading...
;

“Terutama di pantai karena masih banyak warga yang anggap remeh dengan Covid-19 ini. Kami sudah dapat surat dan laporan dari Pemprov Papua soal PSBB tersebut,” ujar Tomi Mano.

Baca juga: Nakes, prioritas penerima vaksin tahap pertama di Kota Jayapura

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan pemberlakukan PSBB harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti perekonomian, transportasi, dan layanan publik.

“Harus dikaji betul-betul sehingga tidak merugikan masyarakat banyak. Saat diberlakukan PSBB pertama kali di Kota Jayapura, aktivitas perekonomian, aktivitas masyarakat lumpuh total, masyarakat berteriak. Jangan sampai itu terjadi lagi,” ujar Rustan.

Untuk itu, Rustan mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir agar terhindari dari penularan virus korona. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Scroll to Top