HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Papua punya banyak cerita yang belum diangkat

Perempuan-perempuan Papua – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Tanah Papua memiliki banyak cerita yang belum diangkat. Cerita unik khas Papua, mulai dari keluarga, cerita rakyat dari berbagai daerah, cerita masalah pendidikan dan kesehatan yang belum jalan baik, terutama di pedalaman, cerita tentang lingkungan yang rusak, dan juga kehidupan anak muda yang terkikis identitasnya.

Koordinator Papuans Voice, Bernad Koten, mengajak anak-anak muda Papua berani terjun menekuni dunia pembuatan film dokumenter. Meski mungkin kalah dalam fasilitas, seperti kamera misalnya, namun anak muda Papua bisa menggali potensi Papua yang kaya cerita.“Kita menang di cerita dan cerita-cerita yang luar biasa dan itu banyak yang belum diketahui,” jelas Bernad kepada Jubi, Minggu (16/2/2020).

Ia berharap anak-anak muda Papua tidak berpatokan pada fasilitas yang besar namun dapat mengambil suatu kejadian atau cerita dengan alat yang ada. Dalam pelatihan yang diberikan Papuan Voice juga banyak yang terlibat.

“Biasanya dalam pelatihan itu banyak yang ikut tapi akan terjadi seleksi alam. Ya, dalam perjalanan mungkin ada yang tidak punya kamera dan komputer. Selama Papuan Voice bikin kegiatan itu banyak yang terlibat, sejauh ini sudah ada sekitar 30-an anak Papua, baik itu videomaker dan juga sutradara anak asli Papua sendiri,”.

Pesan Bernad Koten, anak-anak Papua saat ini harus mulai bergerak untuk bersaing dengan kota dan negara lain dalam dunia film dokumenter.

“Kalian anak-anak Papua, kalian punya banyak cerita yang sangat unik, baik itu secara keluarga, suku, ataupun daerah banyak cerita soal budaya, pendidikan yang tidak jalan, kesehatan, lingkungan yang rusak, dan juga kehidupan anak muda yang terkikis dari identitas, dengan begitu tunjukkan ke orang luar bahwa kamu bisa mengubah ke depan yang lebih baik,” ucapnya.

Loading...
;

Sarova Kenelak, perempuan yang berusia 26 tahun, asal Wallo Kabupaten Jayawijaya, mengatakan dalam mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan film dokumenter ini sangat penting, baginya untuk memberikan informasi kepada orang lain di luar.

“Dalam pelayan sekolah di Meraukue itu banyak sekali kendala yang dihadapi, jadi dengan pelatihan ini sangat penting sekali, jadi dari pelatihan ini saya akan buat video-video untuk mencari donatur atau juga tenaga guru, jadi tidak dengan kata-kata namun dengan video juga agar mereka lihat kondisi di sana itu seperti ini begitu,” ucap Sarova.

Perempuan asal Walak tinggi hitam manis dan berkaca mata bulat ini mengatakan ia belum pernah mengikuti pelatihan seperti ini namun hanya pernah ia mengetahui dari Youtube.

“Ini sangat penting dan pengetahuan ini baik bagi saya karena masih banyak yang harus di tempat tugas dan juga di tempat lain,” kata Kenelak. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top