Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Rp18 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 di Kota Jayapura

Papua-wakil walikota jayapura, rustan saru
Wali Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat diwawancara di Terminal Mesran, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan anggaran penanganan virus korona di Kota Jayapura mencapai Rp18 miliar.

“Kami sudah tiga kali mengajukan anggaran. Tahap pertama atau April ada Rp5,1 miliar yang sudah direalisasikan di empat pokja. Tahap kedua atau Mei ada Rp4,5 miliar, tahap ketiga anggaran Rp8,4 miliar. Semua biaya ada Rp18 miliar untuk empat bulan penanganan Covid-19,” ujar Rustan saat diwawancara di Terminal Mesran, Sabtu (20/6/2020).

Menurut Rustan, kegiatan dalam penanganan pandemi virus korona dilakukan berdasarkan alokasi dalam Daftar Isian Pelaksaan Anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43 Tahun 2020.

Rp18 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 di Kota Jayapura 1 i Papua

Anggaran tersebut dibelanjakan untuk kegiatan penanganan korona seperti pembelian obat-obatan, alat kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan, sumber daya manusia, serta kegiatan lainnya yang berkaitan dengan penanganan virus korona.

Selain itu, dikatakan Rustan, anggaran tersebut disalurkan juga untuk pengamanan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak virus korona.

“Kami terus berupaya melawan Covid-19 ini dengan melakukan berbagai upaya sehingga warga bisa beraktiivitas dengan normal,” ujar Rustan.

Rustan berharap warga juga mendukung pemerintah daerah dengan memakai masker saat keluar rumah, memakai sarung tangan saat beraktivitas, mencuci tangan pakai sabun, gencar melakukan penyemprotan disinfektan, dan menyediakan antiseptik atau hand sanitizer sehingga terlindungi dari virus korona.

Loading...
;

“Apalagi saat ini kita sedang menuju new normal maka semua aktivitas juga harus baru, dari yang tadinya tidak biasa memakai masker sekarang memakai masker. Aktivitas perdagangan dan jaga harus baru sehingga memutus rantai penyebaran virus korona,” ujar Rustan.

Seorang pelaku usaha komoditas pertanian di Pasar Hamadi, Muslimat, mengaku selama pendemi korona menutup lapak usahanya atau tidak jualan.

“Saya jualan di rumah saja. Saya lakukan ini supaya saya tetap ada pemasukan. Walau tidak seberapa hasilnya bila dibandingkan saat jualan di pasar, yang penting ada buat kebutuhan sehari-hari,” ujar Muslimat.

Muslimat berharap pandemi korona segera berlalu sehingga bisa beraktivitas dengan normal, hasil penjulannya juga kembali normal. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top