HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

RSUD Jayapura meniadakan waktu besuk pasien rawat inap

Papua
drg Aloysius Giay, M.Kes (berdiri tengah tangan dalam saku celana) meninjau aktifitas pelayanan di depan gedung RSUD Jayapura – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok 2 Jayapura terhitung sejak, Rabu (8/7/2020) meniadakan waktu atau jam besuk pasien rawat inap.

“Keluarga yang ingin membesuk keluarganya [pasien yang rawat inap] kita tiadakan. Tidak boleh lagi ada besuk-besuk,” tegas Direktur RSUD Jayapura, drg Aloysius Giay, M.Kes dalam pernyataan pers kepada jurnalis di Jayapura.

“Cukup satu orang mendampingi pasien di ruangan. Apalagi anak-anak kecil tidak boleh,” katanya mempertegas kembali.

Aloysius Giay bilang ruang VIP ditutup untuk umum sebab ruang VIP kami pakai untuk penginapan dari para perawat yang melayani pasien Covid-19 atau perawat yang positif terpapar korona.

“Saya sebagai direktur RSUD Jayapura mengambil kebijakan untuk pembatasan pelayanan. Atas kondisi ketidaknyamanan atau kekurangsempurnaan pelayanan kami dari RSUD Jayapura kepada masyarakat umum. Saya mohon masyarakat memahami dan mengerti kondisi ini sehingga kita tidak saling tuntut-menuntut,” katanya.

Kondisi Covid-19 saat ini di Papua angkanya masih terus bertambah menjadi 2.130 kasus. Di Kota Jayapura sendiri per Jumat (10/7/2020) sesuai rilis data tim gugus tugas Covid-19 Papua menginformasikan ada penambahan 16 kasus dan 829 masih menjalani perawatan.

Giay menegaskan kondisi ini harus dilakukan mengingat sebagian besar petugas medis juga terkena [positif Covid-19] maka manajemen mengambil sikap demikian.

Loading...
;

“Oleh karena itu mohon disampaikan kepada publik atau masyarakat luas di Jayapura dan sekitarnya terkait kebijakan pembatasan pelayanan kesehatan,” ujarnya kepada wartawan.

“Kami minta dipublikasi agar masyarakat memahami dan mengerti situasi kekinian pelayanan medik di RSUD Jayapura. Kita akan bikin spanduk-spanduk mulai dari lampu merah Dok 2 Jayapura serta tempat-tempat strategis lainnya,” katanya.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Soemoele SpOG (K) kembali menekankan bahwa kewenangan pemberlakuan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) telah diserahkan dari pemerintah provinsi Papua kepada pemerintah kabupaten/kota. Sampai saat ini pemerintah provinsi masih terus melakukan pendampingan secara selektif.

“Penanganan kesehatan kita tidak mundur setapak pun. Kami terus membantu teman-teman di Kota Jayapura. Rumah sakit milik Pemprov tetap tersedia. Kami tetap membantu teman-teman Kota Jayapura. Sekarang tergantung pemerintah Kota Jayapura, bagaimana?” ujar Soemoele di Jayapura Jumat (10/7/2020). (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top