Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-dir-rsud-merauke
Direktur RSUD Merauke, dr. Yenni Mahuze – Jubi/Frans L Kobun

Sepekan ke depan, RSUD Merauke tutup layanan rujukan dan rawat inap

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, Provinsi Papua, dr. Yenni Mahuze, mengeluarkan surat edaran sehubungan dengan dua ruangan pelayanan di rumah sakit tersebut yang ditutup selama sepekan ke depan, terhitung 11-16 Januari 2021.

Dari surat edaran yang diterima Jubi, Senin (11/1/2021), Yenni mengatakan dua ruangan pelayanan yang ditutup adalah  rujukan rawat inap dan pelayanan poli rawat jalan. Itu dilakukan setelah melihat jumlah pasien Covid-19 dengan kriteria sedang dan berat di kabupaten di wilayah selatan Papua tersebut terus mengalami peningkatan.

Selain itu, lanjut Yenni, sejumlah tenaga medis di rumah sakit tersebut terkonfirmasi Covid-19, sehingga pelayanan kesehatan di dua ruangan tersebut ditutup sementara waktu.

“Memang kami perlu melakukan skrining terhadap tenaga medis lain, sehingga bisa mengetahui serta memastikan apakah mereka sehat atau tidak, mengingat pelayanan kesehatan di rumah sakit terus dilaksanakan,” katanya.

Baca juga: Jumlah pasien Covid-19 di Merauke naik drastis, 11 meninggal dunia

Dikatakan, pelayanan yang masih berjalan di RSUD Merauke adalah ruangan bersaling, ICU, serta beberapa ruangan lain.

Menyangkut sampai kapan dua ruangan tersebut akan dibuka kembali, Yenni mengaku belum mengetahui secara pasti.

Loading...
;

“Nanti kita lihat perkembangan seminggu ke depan, kalau jumlah pasien Covid-19 berkurang, tentu bisa dibuka (lagi). Namun kalau terus bertambah, dipastikan (tetap) ditutup (untuk sementara waktu),” katanya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita, mengakui jika dua ruangan pelayanan di RSUD ditutup sementara, mengingat jumlah pasien Covid-19 terus bertambah dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Betul ditutup satu minggu, tetapi nanti kita lihat perkembangan ke depan. Kalau ada penurunan, pasti dibuka dan pelayanan di dua ruangan tersebut, bisa berjalan normal kembali,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top