Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-sekdinkes-merauke
Sekretaris Dinkes Merauke, dr. Nevil Muskita – Jubi/Frans L Kobun

Satu lagi, pasien Covid-19 di Merauke meninggal dunia

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita, mengungkapkan satu lagi pasien Covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, Selasa (5/1/2021) sekitar pukul 16.00 Waktu Papua. Dengan demikian, jumlah yang meninggal akibat Covid-19 di kabupaten di selatan Papua ini total menjadi delapan orang.

Hal itu disampaikan dr. Nevil kepada wartawan, Rabu (6/1/2021). Menurutnya, pasien berjenis kelamin perempuan dengan usia 45 tahun yang meninggal kemarin adalah rujukan dari Puskesmas Kuprik.

Setelah dirujuk, lanjut Nevil, yang bersangkutan menyampaikan keluhan sesak nafas serta kesadarannya mulai menurun. Setelah dilakukan swab test, hasilnya positif. Petugas medis sudah berusaha semaksimal mungkin membantu dengan menberikan pertolongan selama pasien dirawat.

“Namun akhirnya tidak tertolong. Jenazah langsung diurus untuk dilakukan pemakaman dengan protokol kesehatan, mengingat yang bersangkutan sudah dinyatakan positif Covid-19,” ungkapnya.

Nevil juga mengaku, jumlah pasien Covid-19 yang saat ini masih  dirawat di rumah sakit mencapai puluhan orang.

“Memang jumlahnya bertambah dalam beberapa minggu terakhir,” katanya.

Selama ini, jelas dia, yang paling banyak terkonfirmasi Covid-19 adalah pelaku perjalanan. Namun sekarang sudah transmisi lokal. Ini yang menjadi persoalan serius yang harus segera disikapi bersama.

Loading...
;

Baca juga: Pemkot Jayapura minta Pemprov Papua perketat pengawasan jalur transportasi

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Benjamin Latumahina, mengatakan oleh karena tiga anggota dewan telah positif Covid-19, maka sementara waktu aktivitas atau pelayanan di kantor dihentikan.

“Begitu juga staf di sekretariat kantor dewan, melakukan aktivitas dari rumah masing-masing untuk menyelesaikan tugas,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top