Follow our news chanel

Previous
Next

Sertifikasi usaha perikanan untuk tingkatkan daya saing

papua-tpi-hamadi-kota-jayapura
Aktivitas jual beli ikan di Tempat Pelelangan Ikan Hamadi, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pentingnya mutu produk pangan khususnya ikan yang memenuhi standar penerapan melalui sertifikasi akan berdampak pada nilai jaminan suatu produk sehingga aman dikonsumsi sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan sumber daya perikanan.

Melimpahnya produksi perikanan, baik tangkap dan budidaya, menjadi peningkatan ekonomi bagi pelaku usaha perikanan dengan memanfaatkan potensi yang ada sehingga bisa mempunyai nilai jual tinggi.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kota Jayapura, produk perikanan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 produksi perikanan berada di angka 8.834.790 ton. Tahun 2017 meningkat menjadi 9.034.4 ton. Pada 2018 naik lagi menjadi 10.410.28 ton, dan tahun 2019 mencapai 11.113.1 ton. Produksi perikanan pada tahun 2020 ditargetkan berada di angka 80 ribu ton.

Dengan menerapkan standar sertifikasi kepada para pelaku usaha perikanan, khususnya yang melakukan ekspor, dapat menjaga ritme penjualanya di pasar, baik di wilayah Kota Jayapura, Papua, maupun di luar Papua, seperti Jawa dan Bali.

Namun, sebanyak tujuh orang pelaku usaha ekspor produk perikanan belum menerapkan standar sertifikasi karena selama ini hanya melakukan aktivitas jual beli dengan pengemasan sesuai penerapan yang sudah ditetapkan sehingga produksi perikanan yang dikirim keluar Papua tetap terjaga kualitasnya.

“Kami terus melakukan upaya pembinaan kepada pelaku usaha ekspor perikanan sehingga bisa menerapkan standar sertifikasi karena sangat penting untuk menjamin kualitas produk,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Dinas Perikanan Kota Jayapura jaga pasokan ikan selama pandemi Covid-19

Loading...
;

Sertifikasi ini sekaligus untuk menjawab tantangan perdagangan global. Ke depan, produk yang dihasilkan oleh industri perikanan harus dapat memenuhi keinginan konsumen atau buyer dari segi kualitas maupun kuantitas.

Pembinaan sertifikasi kepada pelaku usaha produk perikanan dijamin bisa memberikan kenyatamanan dalam melakukan usaha agar tidak terkendala dan juga penjualan tetap lancar tanpa ada hambatan.

“Kami terus memberikan wawasan dan pencerahan bagi pelaku usaha dan para stakeholder tentang standar mutu dan sertifikasi. Kami juga berupaya mendorong implementasi penerapan standar sertifikasi,” ujar Sibi.

Seorang pengusaha ikan di Tempat Pelelangan Ikan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura-Papua, Haji Basri, mengaku selama ini belum tahu tentang sertifikasi produk perikanan. Selama ini yang diketahuinya hanya mengirim sesuai dengan standar dan mutu pengiriman.

“Kalau ada sertifikasi tentu saja saya setuju sehingga masyarakat sebagai kosumen kita harus betul-betul mendapatkan produk yang terbaik,” ujar Basri.

Basri mengakui untuk pengiriman tuna loin ke Jawa sangat banyak peminatnya. Dalam sebulan ia bisa mengirim hingga 25 ton, sesuai permintaan pembeli.

“Produksi perikanan kita sangat banyak tapi untuk pelaku usaha yang melakukan pengiriman tidak ada, sangat disayangkan,” ujar Basri.

Basri berharap semakin banyak pelaku usaha orang asli Papua sehingga bisa bersaing untuk memenuhi permintaan pasar.

“Pemerintah harus lebih gencar lagi melatih agar banyak masyarakat asli yang menjadi pengusaha sehingga bisa merasakan kekayaan alam yang dimilikinya,” ujar Basri. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top