Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-kadisdik-kota-jayapura
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo, saat diwawancara - Jubi/Ramah

Siswa di Kota Jayapura terima bantuan kuota internet

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachrudin Pasolo, mengaku siswa-siswi di ibukota Provinsi Papua itu sudah menerima bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Hanya saja ada beberapa kendala yang dialami, misalnya di sekolah A yang terkirim (data penerima bantuan kuota internet) 700 siswa tapi yang terima hanya 200 siswa,” ujar Pasolo di Kantor Wali Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (19/10/2020).

Selain terkendala jumlah penerima, dikatakan Pasolo, satu orangtua mempunyai tiga anak dengan masing-masing tingkatan sekolah, sedangkan nomor HP yang terdaftar hanya satu.

“Ada juga siswa penerima bantuan terlambat update bantuan sampai batas waktu pulsa sudah hangus atau tidak bisa lagi digunakan. Kuota bantuan internet ada 30GB. Jumlahnya saya belum tahu tapi semua sekolah kami kirim daftarnya, namun tidak semua dapat. Yang menentukan dari kementerian,” ujar Pasolo.

Dikatakan Pasolo, bantuan subsidi kuota internet tersebut langsung dikirimkan ke nomor handphone para siswa yang terdaftar, yang diisi langsung oleh operator Telkomsel sebagai provider atau penyedia layanan.

“Bantuan kuota internet ini dapat menunjang pembelajaran online di masa pandemi Covid-19 agar aktivitas belajar mengajar tetap optimal sehingga siswa tidak ketinggalan mata pelajaran,” ujar Pasolo.

Baca juga: Tambah 77 kasus baru, total kasus Covid-19 di Kota Jayapura mencapai 4.176

Loading...
;

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan harus dilakukan pengawasan kepada sekolah-sekolah yang menggelar proses belajar mengajar online untuk memastikan siswa-siswi mendapatkan pendidikan.

Kalau tidak diawasi proses belajar mengajarnya maka bantuan kuota internet itu menjadi sia-sia saja. Bisa saja dipakai untuk hal-hal lain seperti bermain game,” ujar Rustan.

Rustan berharap kepedulian pemerintah dengan memberikan bantuan kuota internet agar pelaksanaan belajar online dapat berjalan maksimal dan digunakan untuk mencari tugas-tugas yang diberikan guru. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top