Follow our news chanel

Sosok Carol Renwarin di mata mantan anak didiknya

Legenda Tinju Papua
Legenda dan pemerhati tinju Papua, Carol Renwarin, berpulang pada Sabtu (24/10/2020). - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Legenda dan pemerhati tinju Papua, Carol Renwarin telah berpulang pada Sabtu (24/10/20) pagi. Kabar duka itu sontak mengejutkan dunia olahraga Papua, khususnya bagi para sahabat, rekan kerja, maupun anak didik Carol Renwarin.

Kepergian Carol Renwarin menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga maupun para koleganya, khususnya bagi mereka yang pernah mengenyam didikan keras Carol saat menjadi pelatih tinju Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Papua. Petinju senior yang akan memperkuat tim tinju Papua pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Toufan Paransa mengenak masa ia dilatih “Pace Rambut Putih” itu.

Toufan mengingat Carol Renwarin sebagai sosok yang sangat bersahaja. Akan tetapi, Pace Rambut Putih juga tegas dan keras dalam menerapkan disiplin terhadap para petinju yang dilatihnya. Menurut Toufan, Carol Renwarin bukan cuma menjadi pelatih bagi para petinju Papua, namun juga menjadi orang tua bagi anak didiknya.

“Saya teringat waktu pertama kali ikut kejuaraan tinju, beliau yang mengantarkan saya di atas ring. Pada titik saya lemah dan ingin berhenti karena tidak sanggup hadapi lawan, beliau menjadi sosok yang bisa memotivasi saya. Dengan kata-kata heroik yang membakar semangat saya untuk bangkit, [beliau membuat] saya berhasil membawa medali emas pada karier pertama saya naik ring di Surabaya tahun 2001,” kenang Toufan saat dihubungi Jubi, Sabtu (24/10/20).

Toufan juga mengagumi Carol Renwarin yang selalu jeli membaca bakat para petinju. “Beliau bisa membaca mental para petinju. Ilmu beliau di bidang olahraga sangat banyak. Saya berterima kasih kepada Bapak Carol Renwarin, sosok legendaris yang berdedikasi untuk dunia tinju Papua dan Indonesia. Beristirahatlah dengan tenang di surga, kami anak-anak tinju menyayangi Bapak Carol,” tutur Toufan.

Baca juga: Pace Rambut Putih, mantan petinju nasional dan Papua, tutup usia

Ungkapan senada juga disampaikan atlet wushu Papua, Rahmat Yapa Renwarin. Atlet yang akrab disapa Yapa ini pernah merasakan didikan Carol semasa menimba ilmu di PPLP Diklat Tinju Papua  pada 1999 hingga 2004. Yapa mengingat Carol tak hanya menjadi sosok pelatih yang tegas, namun juga berperan sebagai orang tua bagi murid-murid PPLP.

Loading...
;

“Beliau tidak hanya jadi pelatih, beliau juga sebagai orang tua bagi saya semasa masih di asrama PPLP. Orang tua yang mendidik kita dengan keras dan tujuan yang baik. Terlalu baik buat saya. Saya belum sempat balas semua kebaikannya, beliau sudah pergi. Didikan dan pesan [beliau] tidak akan pernah kami lupakan,” tutur Yapa.

Carol Renwarin pernah berguru ilmu tinju ke Kuba. Almarhum merupakan petinju lulusan terbaik yang mengantongi sertifikat Association Internationale de Boxe Amateur (AIBA) atau Asosiasi Tinju Amatir Internasional.

Semasa hidup Carol Renwarin bersama sejumlah legenda petinju seperti Benny Maniani, Sepi Karubaba, Marthen Sada, Lodewijk Akwan, dan Valen Hurulean mencatat masa keemasan tinju Papua, saat itu bernama Irian Jaya, pada tahun 1970 hingga 1980-an. Setelah menggantungkan sarung tinjunya, Carol aktif menjadi Pengurus Daerah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Papua.

Pace Rambut Putih juga aktif sebagai pengurus Pertina Pusat pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Hingga tutup usia, Carol Renwarin masih aktif mempersiapkan penyelenggaraan PON XX Papua, dan menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Arena Panitia Besar PON XX Papua.(CR4)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top