Follow our news chanel

Tak bisa dijual, ikan tangkapan nelayan Dokip dikuburkan

Nelayan Merauke Papua
Masyarakat di Kampung Dokip, Distrik Tubang, Kabupaten Merauke. – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Dalam  beberapa tahun terakhir, masyarakat di Kampung Dokip, Distrik Tubang, Kabupaten Merauke, Papua tak bisa memasarkan ikan tangkapan mereka. Ikan yang didapat dengan menjaring di laut itu tidak bisa dijual, lantaran tidak ada kapal yang datang untuk memberi ikan tangkapan nelayan.

Hal itu dinyatakan salah seorang tokoh masyarakat Kampung Dokip, Alfons Kahol kepada Jubi pekan lalu. “Memang di sini salah satu potensi andalan masyarakat adalah ikan. Hanya saja [kami] kesulitan memasarkannya,” kata Kahol.

Menurutnya, ada beragam jenis ikan tangkapan nelayan Dokip, termasuk kakap dan bulanak. Hanya gelembung ikan bulanak yang laku dijual kepada penadah. Sebagian besar ikan tangkapan nelayan dikuburkan begitu saja.

Baca juga: Stok menipis, Bulog Merauke akan datangkan 500 ton gula pasir

“Kalau mau makan, jumlahnya terlalu banyak. Sehingga masyarakat setempat memilih menguburkan,” kata Kahol.

Disinggung kenapa tak diasinkan dan dikeringkan,  Alfons mengaku sudah pernah dilakukan warga. Namun, ikan asin itu tetap sulit untuk dipasarkan, karena jarak Kampung Dokip terlalu jauh dari Kota Merauke.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Dominikus Ulukyanan ketika dimintai komentarnya mengatakan, secara umum salah satu potensi andalan di Tubang dan beberapa distrik lain di Kimaam adalah ikan. Namun demikian, lanjut dia, sulitnya pemasaran sehingga ikan yang dijaring dalam jumlah banyak, dibuang begitu saja. (*)

Loading...
;

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top