Follow our news chanel

Previous
Next

Tata ruang kota baru Distrik Muara Tami masih tahap pengkajian

papua-muara-tami-pembangunan-pemukiman
Salah satu lokasi pembangunan perumahan di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Jayapura, Papua, Rory Cony Huwae, mengatakan hingga hingga kini masih dilakukan kajian terkait rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota baru di Distrik Muara Tami agar sesuai peruntukannya.

“Tahun ini masih tahap pengkajian tahap pertama untuk proses pemetaan (revisi) lokus-lokus yang ada sesuai dengan RTRW sekarang, dan yang dibuat di luar dari RTRW sekarang,” jelas Huwae di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Rabu (7/10/2020).

Untuk menopang ini, kata Huwae, ada postur perubahan berdasarkan diperuntukkan sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan masalah seperti banjir dan longsor. Misalnya, di permukaan jalan dikhususkan untuk perdagangan dan jasa, lahan pertanian hanya untuk lahan pertanian bukan menjadi lahan perumahan, dan di daerah resapan air tidak boleh ada bangunan.

Lebih jauh Huwae mengatakan rencana pengembangan kota di wilayah Distrik Muara Tami sudah ada, hanya tinggal menunggu peraturan daerah. Namun, yang menjadi persoalan, pembangunan semakin marak dan tidak sesuai dengan tata ruang.

Baca juga: Pemkot Jayapura jajaki tanam padi Satria

Peraturan Daerah Tahun 2014 tentang tata ruang di Distrik Muara Tami sejatinya diperuntukkan sebagai kawasan lahan pertanian. Namun seiring maraknya jual beli tanah yang dilakukan pemilik hak ulayat, mengubah tata ruang tersebut berdasarkan dinamika pembangunan di ibukota Provinsi Papua ini.

“Kami sudah membuat teguran. Ini menjadi masalah bagi pemilik bangunan, sebab membangun tidak sesuai dengan tata ruang. Kalau tidak sesuai harus dibongkar,” ujar Huwae.

Loading...
;

Huwae menambahkan pihaknya sudah mengajukan revisi kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang, sebab RTRW bila sudah mencapai lima tahun harus dilakukan revisi berdasarkan kedudukan atau keadaan tata ruang yang terjadi saat ini.

“Direncanakan tahun depan, kami anulir secara utuh dengan ketersediaan dana,” ujar Huwae.

Kepala Distrik Muara Tami, Supriyanto, mengatakan seharusnya instansi terkait tanggap dalam menyikapi rencana tata ruang kota baru di wilayah yang dipimpinnya.

“Sebenarnya pembahasan tata ruang ini dari dulu tapi tidak disegerakan dengan alasan tidak ada anggaran. Pada intinya kami siap dan mendukung tata ruang ini demi peningkatan ekonomi masyarakat di Muara Tami,” ujar Supriyanto. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top