Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kodam Kasuari: Tidak benar anggota TNI aniaya empat warga Kwoor

papua-oknum-tni-kwoor-tambaruw
Oknum anggota TNI sedang melalukan ‘pembinaan’ terhadap warga Kampung Kwoor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat - Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, JubiKodam XVIII Kasuari mengklarifiskasi informasi penganiayaan empat warga Kwoor Kabupaten Tambrauw-Papua Barat yang beredar di media sosial hingga diberitakan Jubi.co.id. Kodam Kasuari mengatakan peristiwa yang terekam dalam video itu bukan tindakan penganiayaan melainkan pembinaan terhadap warga yang melalukan keributan di kampung.

Klarifikasi itu disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII Kasuari, Kolonel Inf. Andi Gus Wulandri, saat dikonfirmasi jubi.co.id, di Kota Jayapura-Papua, Minggu (2/8/2020) malam.

“Sebagaimana keterangan dari Danrem 181/PVT, bahwa berita di media sosial tentang adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Koramil (persiapan) Kwoor terhadap empat orang warga masyarakat adalah tidak benar,” ungkapnya.

Kata dia, kejadian tersebut semata-mata berupa pembinaan yang dilakukan oleh anggota Koramil (persiapan) Kwoor. Tindakan pembinaan dilakukan anggota Koramil (persiapan) Kwoor atas permintaan tokoh-tokoh masyarakat Kwoor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

“Pembinaan tersebut atas permintaan dari tokoh-tokoh masyarakat, lembaga adat, dan para orang tua untuk memberikan efek jera kepada beberapa warga yang sering melakukan tindakan semena-mena terhadap warga lain serta sering melakukan pengrusakan dan pengancaman pada saat mereka mabuk,” ungkapnya.

Baca juga: Maret- Juli 2020, anggota TNI diduga lakukan intimidasi dan aniaya warga Tambraw

Pengacara muda Papua yang mendampingi warga Kwoor, Yohanes Mambrasar, mengatakan klarifikasi ini secara tidak langsung menjadi pengakuan institusi bahwa oknum anggota Koramil (persiapan) Kwoor di Kabupaten Tambrauw-Papua Barat telah melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat.  Sementara TNI secara institusional tidak mempunya kewenangan terkait urusan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagaimana diatur dalam UU No 34 Tahun 2004 tenang Tentara Nasional Indonesia.

Loading...
;

“UU ini tidak memberikan kewenangan bagi mereka untuk pukul empat warga dimaksud,” ungkapnya kepada redaksi Jubi, Minggu (2/8/2020).

Dengan kejadian ini, sambungnya, apapun alasannya, hukum tidak mengizinkan anggota TNI melakukan tindakan itu. Karena, TNI tidak mempunyai tugas dan kewenangan melakukan pembinaan masyarakat kampung.

“Tugas keamanan, pembinaan, dan kamtibmas adalah tugas kepolisian,” ungkapnya.

Mambrasar menambahkan di Tambrauw ada polisi, Polsek Sausapor, dan juga Polres Sorong yang masih mebawahi wilayah Kabupaten Tambrauw.

“Karena itu mestinya ketika mendapat laporan warga, TNI langsung berkoordinasi dengan polisi untuk menangani masalah ini, bukan mereka yang bertindak sembarang dan brutal semacam ini,” tandasnya.

Mambrasar menilai tindakan oknum TNI ini adalah tindakan sewenang-wenang yang melanggar hukum. Anggota lembaga negara yang mempunyai mekanisme kerja yang jelas tetapi terabaikan.

“Mereka bukan preman jalanan yang bekerja tanpa aturan, sehingga bertindak tanpa prosedur. Jadi tindakan mereka dalam kasus ini adalah tindakan yang salah, tidak benar, dan merupakan pelanggaran hukum,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top