Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Tidak terbukti makar, Assa Asso divonis 10 bulan penjara karena penghasutan

Ilustrasi Pengadilan Papua
Foto ilustrasi, Dewi Keadilan. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jayapura membacakan putusannya yang menyatakan sineas dan fotografer Assa Asso tidak terbukti bersalah melakuan makar, Jumat (3/7/2020). Majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Maria Magdalena Sitanggang itu menyatakan Assa Asso hanya bersalah melakukan penghasutan, dan menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara dipotong masa penahanan.

Assa Asso adalah satu satu orang yang ditangkap dan diadili pasca gelombang unjuk rasa anti rasisme terjadi di berbagai kota di Indonesia dan Papua. Ia ditangkap dan diadili karena mengunggah status di media sosial yang terkait dengan unjuk rasa anti rasisme Papua yang dilakukan warga Kota Jayapura pada 19 Agustus 2019. Unjuk rasa itu memprotes tindakan rasisme yang dialami para mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019.

Pada 24 Juni 2020 lalu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Junjungan P Aritonang membacakan tuntutannya yang meminta majelis hakim menyatakan Asso bersalah melakukan makar sebagaimana diatur Pasal 106 KUHP. Aritonang meminta Asso dihukum 1 tahun penjara.

Baca juga: PH bacakan pledoi untuk Assa Asso

Akan tetapi, majelis hakim berpendapat lain, dan menyatakan Assa Asso tidak terbukti melakukan makar. Majelis hakim menyatakan Assa Asso hanya dinyatakan bersalah melakukan penghasutan sebagaimana diatur Pasal 160 KUHP, dan menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara dipotong masa penahanan.

Advokat Emanuel Gobay selaku kuasa hukum Assa Asso menyatakan hakim telah memutuskan kliennya tidak terbukti melakukan makar. “[Majelis hakim menyatakan Assa Asso tidak] tidak terbukti [melakukan makar sebagaimana dimaksud] Pasal 106 KUHP, namun dinyatakan terbukti melakuan penghasutan yang menjadi dakwaan alternatif kedua JPU,” kata Gobay.

Gobay mengatakan putusan itu membuktikan bahwa Asso memang seorang sineas dan fotografer. Gobay menyatakan putusan itu seharusnya menjadi pembelajaran bagi polisi dan jaksa agar tidak menyalahgunaan pasal makar, sebagaimana yang terlihat dalam kasus Assa Asso yang dijerat makar karena mengunggah foto di media sosial.

Loading...
;

Baca juga: Dianggap makar, Assa Asso dituntut 1 tahun penjara

“Jadi, jangan bikin drama yang tidak sesuai dengan hukum. Putusan Assa Asso itu bisa jadi pembelajaran. Apa yang dilakukan Assa Asso adalah memotret peristiwa,” kata Gobay.

Terkait dengan putusan majelis hakim yang menyatakan Assa Asso bersalah melakukan penghasutan, Gobay menyatakan pihaknya akan mempelajari dulu putusan itu, dan mendiskusikannya dengan Asso. Ia menyatakan pihaknya memiliki waktu tujuh hari untuk memutuskan menerima atau mengajukan banding atas putusan itu.

“Kami akan berkoordinasi [dulu] dengan Assa Asso terkait putusan itu. Apabila klien kami menerima putusan itu, maka [kami] tidak akan banding,” katanya.

Kuasa hukum Assa Asso lainnya, Helmi mengatakan hingga kini Assa Asso sudah ditahan lebih dari sembilan bulan. “[Jika klien kami menerima putusan itu], kami akan segera koordinasi dengan JPU,” kata Helmi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top