Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua-rapat Satgas Covid-19 Nabire
Pertemuan tim Satgas Covid-19 dan stakeholder dalam rangka menyikapi lonjakan kasus Covid-19, di aula Sekda Nabire, Senin (5/7/2021) – Jubi/Titus Ruban

Kasus kembali meningkat, tim Gugus Tugas Covid-19 Nabire rapat mendadak

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, Provinsi Papua menggelar rapat bersama stakeholders dalam menyikapi meningkatnya kasus Covid-19 di kabupaten di ‘leher’ pulau Papua itu dalam beberapa hari terakhir.

Rapat berlangsung di aula Sekda Nabire, Senin (5/7/2021), yang dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para asisten.

Hadir pula para asisten, para kepala dinas seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Kepala Bandara Nabire, Kepala Otoritas Pelabuhan Laut Nabire, Kepala Pelni Nabire, Direktur RSUD Nabire, Kepala Kantor Karantina Nabire, dan Penjabat Bupati Nabire.

Ketua Harian Penanganan Covid-19 Kabupaten Nabire, Viktor Vun, mengatakan rapat
digelar untuk mensikapi lonjakan kasus beberapa hari terakhir. Harapannya untuk mengantisipasi jangan sampai di Nabire terjadi ledakan kasus seperti beberapa daerah lain seperti di Jawa dan Bali.

“Sehingga, hasil pertemuan ini akan menjadi pertimbangan bagi pimpinan daerah dalam mengambil kebijakan,” kata Fun dalam pertemuan itu.

Fun menjelaskan laporan meningkatnya kasus diperoleh dari klinik-klinik dan seluruh tempat layanan Kesehatan di Nabire kepada Tim Gugus Tugas Covid-19. Kasus yang dipaorkan adalah kasus reaktif maupun terkonfirmasi positif bahkan tanpa gejala (OTG-orang tanpa gejala).

“Jadi saran dan masukan dari seluruh stakeholder dangat dibutuhkan. Sehingga menjadi pertimbangan pimpinan daerah, apakah pemberlakukan PPKM mikro, semi lockdown, atau total lockdown di Nabire,” jelasnya.

Loading...
;

Update kasus Covid-19 di Nabire per 5 Juli 2021

Sementara itu, jubir bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Nabire, Dokter Frans Sayori, mengatakan jumlah total terkonfirmasi positif  Covid-19 per 5 Juli 2021 mencapai 584 kasus. Dari jumlah ini, sebanyak 35 orang sedang dirawat dan 24 orang meninggal dunia.

Ia mengistilahkan pandemi Covid-19 ibarat suanggi (setan istilah Papua), yang tidak kelihatan tetapi nyata. Sementara masyarakat di Nabire dinilai seakan-akan menganggap remeh. Kasus di Nabire terus naik dan sudah berada di zona merah.

“Saya bilang penyakit ini macam suanggi tapi masyarakat anggap hal biasa. Sabtu kemarin saja ada tiga pasien yang meninggal, hari ini ada satu,” kata Sayori.

“Transmisi lokal sudah ada dan penyebarannya sangat cepat. Kita belum tahu ini varian apa karena harus uji laboratorium dan penelitian lebih lanjut. Kita di Nabire belum ada (belum bisa lakuka tes laboratorium) dan harus dikirim ke luar daerah,” imbuhnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Nabire meningkat akibat masih dibukanya akses transportasi

Penjabat Bupatii Nabire, Dokter Anton Toni Mote, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire akan terus melakukan upaya-upaya untuk pencegahan.

“Usai rapat ini, tidak lama, akan segera dikeluarkan intruksi bupati untuk menjadi pedoman. Jadi harapannya adalah kerja sama dari semua pihak. Semua orang agar tetap taat prokes dan harus divaksin,” pungkas  Dokter Anton.

Beberapa hasil dari pertemuan yang akan dijadikan sebagai instruksi atau Peraturan Bupati Nabire, di antaranya:

  1. Akses keluar masuk melalui bandara, pelabuhan luat, maupun jalur darat akan diperketat.
  2. Orang yang hendak masuk dan keluar Nabire diwajibkan memperlihatkan kartu vaksin minimal vaksin dosis 1, hasil rapid test antigen (H-1), dan hasil tes PCR (H-2).
  3. Penumpang yang masuk dengan kapal milik PT Pelni dibatasi 500 orang.
  4. Pembatasan aktivitas masyarakat, seperti tidak melakukan resepsi pernikahan, acara musyawarah atau kegiatan parpol, orientasi siswa baru, baik mahasiswa maupun SMP dan SMA, rapat-rapat, baik kegiatan pemerintah atau LSM dan organisasi.
  5. Pembatasan aktivitas ekonomi hingga pukul 21.00 waktu Papua, termasuk semua rumah makan atau warung tidak melayani makan di tempat (bungkus dan bawah pulang ke rumah).
  6. Mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Masyarakat mendatangi puskesmas penyedia layanan vaksinasi seperti Puskesmas Karang Tumaritis, Puskemas Karang Mulia, Polres Nabire, serta datang melakukan vaksinasi pada Gebyar Vaksin yang akan diadakan pada hari Jumat, 9 Juli 2021 di halaman kantor Bupati Nabire untuk mendapatkan vaksin.
  7. Kegiatan peribadatan tetap dilaksanakan dalam jumlah terbatas dan mematuhi protokol kesehatan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top