Anim Ha

PMKRI dan GMKI Merauke: Tindakan dua tentara tidak berperikemanusiaan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Merauke serta Badan Eksekutif Unmus (BEM), mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap warga Merauke oleh oknum anggota TNI AU. Tindakan itu tidak berperikemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua PMKRI dan Sekretaris GMKI Cabang Merauke, usai melakukan dialog bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Benjamin Latumahina, serta beberapa anggota dewan lain, Rabu (28/7/2021), terkait tindakan main hakim sendiri oleh dua oknum anggota POM TNI Angkatan Udara, Serda  Dimas Harjanto dan Prada Rian Febrianto, yang menginjak kepala Steven, seorang penyandang tuna wicara, di badan aspal di seputaran jalan Raya Mandala, Merauke, Senin (26/7/2021).

Ketua PMKRI Cabang Merauke, Episianus Faot, dalam kesempatan itu mengutuk keras tindakan kedua oknum anggota yang dinilai sangat tidak berperikemanusiaan.

“Kami sudah melihat video yang viral itu, sehingga meminta waktu berdialog bersama DPRD Merauke dan direspons dengan baik oleh Pak Benjamin Latumahina sebagai ketua,” ungkapnya.

Dikatakan Faot, Komandan Lanud JA Dimara-Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto, telah menyampaikan permohonan maaf kepada Steven dan keluarga serta seluruh masyarakat Papua, dan direspons dengan positif. Namun agar kejadian ini tidak terulang, perlu adanya sanksi dan tindakan tegas yang harus diberikan kepada dua oknum anggota TNI AU itu.

“Lalu ke depan agar tak boleh terulang lagi. Situasi seperti begini sangat sensitif, sehingga secepatnya pimpinan TNI AU mengambil langkah cepat,” pintanya.

Baca juga: Kekerasan terhadap orang Papua makin menjadi-jadi

Sementara itu, Sekretaris GMKI Merauke, Rony Rumboy, kejadian kekerasan terhadap warga sipil terutama terhadap orang asli Papua bukan baru pertama kali dilakukan aparat keamanan.

“Dengan kasus ini, jangan sampai menjadi bola liar ke tingkat nasional hingga internasional. Olehnya, penegakan hukum harus cepat berjalan dan sanksi hukum juga tegas,” pintanya.

Ketua DPRD Merauke, Benjamin Latumahina,  menyampaikan ucapan terimakasih kepada perwakilan PMKRI dan GMKI yang sudah meluangkan waktu untuk datang sekaligus berdiskusi.

“Kita sama-sama prihatin dengan kejadian dimaksud dan semua orang termasuk anggota DPRD mengharapkan agar sanksi  dan proses hukum terhadap kedua oknum anggota segera dilakukan,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Ans K

Recent Posts

Pembukaan Peparnas XVI Papua akan berlangsung di Stadion Mandala

Papua No. 1 News Portal | Jubi Jayapura, Jubi – Ketua Harian Panitia Besar Pekan…

7 hours ago

Waspada hadapi event Nasional dan libur Nataru dalam menekan kasus Covid-19

Papua No. 1 News Portal | Jubi Jakarta, Selasa – Evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan…

8 hours ago

Kuliner khas dan unik ala Papua yang patut dicoba

Papua No. 1 News Portal | Jubi Jayapura, Jubi – “Papeda, mujair bakar, bakso, dan…

8 hours ago

Mengenang Ir Hanock Mackbon MSc, dosen, politisi, dan birokrat andal

Papua No. 1 News Portal | Jubi Jayapura, Jubi – Tokoh pendidikan dan mantan birokrat…

8 hours ago

Edion Maleachi Kotouki terpilih jadi ketua IMAPA Bogor

Papua No.1 News Portal | Jubi Wamena, Jubi - Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) kota studi…

8 hours ago

MRP evaluasi penggunaan fasilitas kredit dan asuransi bagi anggotanya

Papua No. 1 News Portal | Jubi Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua atau MRP…

8 hours ago