Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-belajar-online
Ilustrasi, seorang siswi SMP di Kota Jayapura, Papua sedang belajar online di rumah - Jubi/Ramah

Kota Jayapura masih tunggu bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Provinsi Papua, Fachruddin Pasolo, mengaku masih menunggu bantuan kuota internet gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Sampai sekarang belum, tapi kami sudah usulkan ke Kementerian Pendidikan,” ujar Pasolo di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Kamis (1/10/2020).

Dikatakan Pasolo, bantuan kuota internet gratis ini diberikan untuk peserta didik dan pendidik yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura. Hanya saja untuk jumlah bantuan yang diberikan sesuai dari kementerian.

“Itu yang kami belum tahu. Ada berapa yang terima bantuan kuota internet ini. Sudah ada surat edarannya. Bantuan ini disalurkan kepada penerima yang menggunakan kartu Telkomsel,” ujar Pasolo.

Menurut Pasolo, bantuan kuota internet gratis ini diberikan agar memudahkan dalam proses belajar mengajar, sekaligus meringankan beban biaya dalam membeli pulsa.

“Harapan kami supaya bisa dapat bantuan kuota internet gratis juga, tapi selama proses belajar mengajar di rumah selama ini berjalan lancar tanpa ada hambatan, meski awalnya ada kendala seperti kesiapan guru dan siswa, serta sarana dan prasarana,” ujar Pasolo.

Baca juga: Belajar tatap muka, Dinas Pendidikan Kota Jayapura: Tergantung arahan pimpinan

Loading...
;

Orangtua peserta didik, Wa Ode Murnia, mengaku selama proses belajar mengajar virtual atau online diterapkan, dalam sebulan ia bisa mengeluarkan biaya hingga Rp500 ribu.

“Sebenarnya tidak menjadi persoalan asal anak saya belajar, hanya saja kadang jaringannya lemot, dan kalau lampu padam anak saya tidak jadi belajar,” ujar orantua dari siswi SMP Yapis Al Iksan Kotaraja ini.

Wa Ode Murnia berharap kualitas layanan internet dan listrik lebih dimaksimalkan, apalagi dalam situasi belajar online supaya peserta didik bisa belajar secara maksimal.

Terkait mendampingi anaknya selama belajar online, diakui Wa Ode Murnia, tidak ada kendala. Yang dilakukannya hanyalah mengingatkan bila waktunya belajar tiba, dan menemani saat belajar agar anak tidak banyak bermain. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top