Follow our news chanel

Previous
Next

UMKM di Kota Jayapura diusulkan dapat Bantuan Presiden

papua-umkm-kota-jayapura
Pelaku usaha UMKM di Kota Jayapura saat mengikuti pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan di Pasar Youtefa Baru, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 1.000 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Jayapura, Papua, diusulkan mendapatkan bantuan Rp2,4 juta per orang dari Kementerian Perdagangan Indonesia guna membantu masalah keuangan di tengah pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut sebagai modal kerja bagi para pelaku UMKM. Bantuan ini diberi nama program Bantuan Presiden yang diluncurkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo pada 24 Agustus 2020. Penerima bantuan hanya menerima bantuan modal kerja satu kali.

“Sebenarnya yang kami usulkan banyak tapi banyak yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan dan nomor kontak atau handphone,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, di Pasar Youtefa Baru, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Selasa (22/9/2020).

Dikatakan Awi, Nomor Induk Kependudukan dan nomor kontak atau hanphone wajib dilampirkan saat pengusulan bantuan dengan tujuan memudahkan dalam pemberian bantuan.

“Dalam waktu dekat, setelah verifikasi dari kementerian baru disalurkan lewat Bank Rakyat Indonesia, setelah itu disalurkan ke nomor rekening masing-masing penerima bantuan. Usahanya macam-macam, yang penting NIK dan nomor kontaknya jelas. Bantuan ini untuk UMKM Papua dan non Papua,” ujar Awi.

Selain NIK dan nomor kontal, bantuan tersebut diberikan kepada para pelaku UMKM khususnya bagi yang belum pernah mengajukan pinjaman apapun di bank seperti pinjaman Kredit Usaha Rakyat.

Baca juga: Pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan untuk kembangkan usaha

Loading...
;

Awi berharap adanya bantuan modal kerja ini dapat memotivasi pelaku UMKM di Kota Jayapura untuk bangkit di tengah keterpurukan akibat pandemic Covid-19 sehingga usaha yang dijalankan bisa bertahan.

“BanPres produktif untuk UMKM ini adalah dana hibah bukan pinjaman atau kredit. Penerima bantuan Rp2,4 juta tidak dipungut biaya dalam penyalurannya kepada para peaku UMKM,” ujar Awi.

Salah satu pelaku usaha kios di depan SMK Negeri 3 Jayapura, Distrik Abepura, Natalia Aibini, berharap dapat bantuan tersebut karena selama dua tahun membuka usaha kios belum pernah mengajukan pinjaman di bank.

“Semoga saja saya dapat untuk membantu modal usaha karena virus korona ini penghasilan berkurang. Satu hari biasanya dapat Rp600 ribu, untuk dapat Rp50 ribu saja susah karena orang takut keluar rumah,” ujar Aibini.

Aibini berharap kepala Pemerintah Kota Jayapura secara khusus Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah terus mengawal bantuan tersebut agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top