Follow our news chanel

Previous
Next

UMKM di Kota Jayapura diberi pengetahuan prokes Covid-19

papua-pelaku-umkm-kota-jayapura
Sejumlah pelaku UMKM di Kota Jayapura saat mengikuti pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan di Pasar Baru Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Selain mengikuti pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan, sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perwakilan lima distrik di Kota Jayapura, Provinsi Papua juga diberi pengetahuan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan korona yang digelar di Pasar Baru Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (23/9/2020).

Pengetahuan protokol kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura pada hari kedua pelatihan ini dinilai sangat penting demi melancarkan aktivitas dalam berdagang, sebab jika warga sehat dapat mendorong perputaran ekonomi.

Dengan demikian, pelaku UMKM untuk tetap bersemangat dan menjadikan krisis sebagai momentum untuk menempa diri karena saat ini yang dihadapi yaitu krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19.

“Kondisi sekarang ini harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak, mengurangi aktivitas fisik di luar rumah, dan rajin mencuci tangan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, saat memberikan pengetahun protokol kesehatan Covid-19 di Pasar Baru Youtefa, Kota Jayapura-Papua.

Menurut Antari, dengan menerapkan panduan protokol kesehatan dapat memutus rantai penyebaran virus korona sehingga meminimalisasi risiko di tempat kerja. Setiap orang yang datang berbelanja tidak dapat dipastikan bahwa dia bebas dari virus korona.

“Jadi, intinya adalah tetap patuhi protokol kesehatan menjadi solusi utama cegah Covid-19 demi keselamatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat,” ujar Antari.

Baca juga: UMKM berkontribusi signifikan pada PAD Kota Jayapura

Loading...
;

Seorang peserta pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan, Mariana, mengatakan selama pandemi Covid-19, penghasilannya dari usaha kios turun drastis. Bila sebelumnya dalam sehari dirinya bisa meraup omset hingga Rp2 juta, kini dalam sehari paling banyak Rp300 ribu, meski waktu beraktivitas diperbolehkan sampai pukul 9 malam.

“Saya jualan malam, jadi pembeli kebanyakan malam. Karena pembatasan jam jualan makanya penghasilan saya berkurang. Saya rasa pengetahuan protokol kesehatan ini sangat penting bagi kami para pelaku usaha sehingga bisa menjaga diri agar tidak tertular virus korona,” ujar Mariana.

Mariana berharap usahanya tetap lancar sehingga kebutuhan ekonomi dalam keluarganya tidak tersendat termasuk untuk uang jajan anak. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top