Warga di Waena Seberang Kali khawatir longsor terulang

Bencana longsor di Papua
Rumah warga 003 RW 002 Jalan Aimaleo Perumnas III Seberang Kali yang rusak karena longsor. - Jubi/Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Hujan deras yang mengguyur Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua pada Rabu (17/2/2021) malam hingga Kamis dini hari membuat tiga rumah warga rusak terkena pondasi mereka terbawa tanah yang longsor. Warga di RT 003 RW 002 Jalan Aimaleo Perumnas III Seberang Kali mengkhawatirkan longsor serupa akan terulang, karena hujan deras kerap mengguyur kawasan itu.

Saat ditemui pada Sabtu (19/2/2021), warga RT 003 RW 002 Jalan Aimaleo bernama Weky Wetipo menyatakan sedikitnya ada enam rumah warga di sana yang rawan terkena longsor susulan. Menurutnya, longsor akibat hujan pada Rabu malam telah menyebabkan pergeseran tanah yang membuat longsor.

Weky menjelaskan ada tiga rumah yang telah rusak karena pondasi rumahnya terbawa tanah yang longsor akibat hujan Rabu malam. Rumah itu milik warga bernama Meki Wetipo, Obeth Wenda, Agust Kogoya. “Kami disini enam kepala keluarga, dengan jumlah anggota keluarga sekitar 55 jiwa. Yang kena dampak langsung ini ada tiga rumah,” kata Weky pada Sabtu.

Menurut Weky, longsor pada Rabu malam itu didahulu banjir kiriman air dari perbukitan di Waena. Weky menuturkan, tidak saluran air yang menampung air hujan dari perbukitan agar masuk ke Sungai Kampwolker, sehingga banjir kiriman itu menerjang rumah warga di RT 003 RW 002 Jalan Aimaleo. Banjir kiriman itu juga menerjang sejumlah rumah di seberang kali, dan jembatan gapura Kampus Universitas Cenderawasih di Waena.

Baca juga: Masuk puncak musim hujan, warga diminta waspada longsor dan banjir

“Belum ada saluran air, jadi air hujan dari ketinggian [mengalir] ke bagian rendah. Maka tanah ikut bergeser ikuti arus air bawah tanah itu,” ungkap Weky.

Menurut Weky, volume banjir kiriman kali ini besar, karena adanya perubahan lingkungan di kawasan perbukitan Waena. Menurutnya, pembangunan jalan alternatif dari Sentani menuju Markas Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih membuat banyak warga membeli dan membangun rumah di perbukitan Waena.

Loading...
;

Warga lainnya, Agust Kogoya mengaku dirinya sudah tiga kali membangun talut setinggi 3 meter untuk mencegah terjadinya longsor atau pergeseran tanah di lingkungan tempat tinggalnya itu. Akan tetapi, besarnya banjir kiriman yang menerjang membuat talut yang dibuatnya selalu roboh. “Selalu rubuh, longsor. Kita tidak tahu bagaimana lagi,” kata Kogoya.

Warga yang lain, Obeth Wenda mengaku rumahnya sudah tidak layak dihuni, karena pondasi rumahnya retak akibat terjangan banjir kiriman itu. Ia kini membangun rumah darurat untuk ditempati lima anggota keluarganya. “Saya dengan lima anggota keluarga sekarang menempati  rumah darurat,”ungkapnya.

Weky, Agust Kogoya, dan Obeth Wenda berharap Pemerintah Kota Jayapura meninjau permukiman mereka, untuk memastikan longsoran yang lebih besar tidak terjadi. Mereka juga meminta Pemerintah Kota Jayapura membangun saluran air untuk memastikan air hujan dari perbukitan di Waena, khususnya di sempadan jalan alternatif Sentani – Kodam, masuk ke Sungai Kampwolker. “Kami harap pemerintah bisa bangun talut antar rumah, baik di rumah kami, maupun di rumah warga seberang kali,” kata Weky. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top