TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Masuk puncak musim hujan, warga diminta waspada longsor dan banjir

Kepala BPBD Kota Jayapura Papua
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura, Bernard J. Lamia - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Bernard J. Lamia, mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, Papua, pada Februari-Maret adalah puncak musim penghujan yang mengakibatkan curah hujan cukup tinggi.

“Harus waspada terutama banjir dan longsor, apalagi hujan disertai angin kencang sehingga banyak pohon-pohon tumbang,” ujar Lamia saat dihubungi Jubi melalui telepon, Kamis (4/2/2021).

Dikatakan Lamia, BPBD Kota Jayapura sudah memetakan beberapa lokasi yang menjadi langganan banjir dan longsor, yaitu di Waena, Perumnas 3 dan 4, Uncen, dan Kamkey.

Selain itu, daerah rawan longsor ada di belakang PLN di Skyline, SPBU di depan terminal Mesran, APO, Kloofkamp, dan Dok V, karena sudah banyak penduduk yang menggerus hutan dijadikan pemukiman.

Sedangkan daerah rawan banjir di wilayah SMAN 4 Jayapura, pusat kota, Entrop, dan wilayah Abepura.

“Daerah yang rawan longsor ini karena terlalu banyak lahan-lahan di perbukitan yang dieksploitasi, yang tadinya tidak diizinkan mendirikan bangunan, sekarang dijadikan pemukiman dan kebun,” ujar Lamia.

Lanjut Lamia, kalaupun tinggal di daerah rawan longsor maka harus bersahabat dengan alam, yaitu melakukan penanaman pohon atau reboisasi untuk melakukan pencegahan terjadinya lahan kritis.

“Jangan sudah longsor baru bingung. Tanda-tanda akan terjadinya tanah longsor yaitu terdengar suara gemuruh. Jika warga masih berada dalam rumah dan mendengar suara itu, segera keluar dan cari tempat lapang dan tanpa penghalang,” ujar Lamia.

Namun, dikatakan Lamia, bila sedang berada di luar ruangan, segeralah cari tempat lapang dan perhatikan sisi tanah mana yang mengalami longsor, serta waspada akan kemungkinan terjadinya longsor susulan.

“Upaya pencegahan bencana daerah ini adalah tanggung jawab kita semua. Masyarakat harus memiliki kesiap-siagaan. Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena mencegah lebih bagus,” ujar Lamia.

Baca juga: BPBD Kota Jayapura mulai lakukan kontinjensi rawan bencana

Sebelumnya, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengingatkan warga di ibukota Provinsi Papua ini, khususnya mereka yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir, agar tetap waspada karena saat ini sudah mulai masuk puncak musim hujan.

“Kami terus melakukan pemantauan pada pohon-pohon yang rawan tumbang untuk segera dipotong,” ujar Tomi Mano.

Selain itu, Tomi Mano juga mengimbau RT dan RW di kota yang berbatassan langsung dengan nergara tetangga Papua Nugini ini, agar gencar melakukan sosialisasi kebencanaan kepada warga supaya tetap waspada sehingga tidak ada korban jiwa.

“Upaya mencegah bencana adalah tanggung jawab kita semua. Saya minta warga membangun di bantaran kali yang menyebabkan bentang kali menyempit sehingga tidak bisa menampung air dan menyebabkan banjir,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us