Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-wali-kota-jayapura
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano - Jubi/Ramah

Wali Kota Jayapura minta warga jadi agen sosialisasikan prokes

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, minta warga di ibukota Provinsi Papua ini menjadi agen untuk mensosialisasikan protokol kesehatan (prokes). Warga dinilai memiliki peran dan sangat diperlukan dalam penerapan disiplin prokes untuk mencegah penyebaran virus korona.

“Saya sampaikan ini karena saya sayang dengan warga supaya kita terhindari dari virus dan agar sehat untuk kita bangun kota ini ke depan lebih maju lagi,” ujar Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Selasa (10/11/2020).

Dikatakan Tomi Mano, warga yang meninggal akibat Covid-19 sejak pandemi ini melanda Kota Jayapura pada Maret-November, sudah mencapai 81 orang. Saat ini, sebanyak 1.875 orang dirawat di rumah sakit, Hotel Sahid, dan LPMP Papua.

“Jaga diri baik-baik dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Kalau tidak ada kepentingan mendesak, tinggal di rumah saja,” ujar Tomi Mano.

Menurut Tomi Mano, terus meningkatnya angka warga yang terpapar Covid-19 karena sebagian besar belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Karenanya, dibutuhkan kerja sama dan kesadaran warga untuk melawan Covid-19.

“Dengan menjadi agen dalam mensosialisasikan protokol kesehatan, supaya kita kembali pada kehidupan normal, agar bebas beraktivitas tanpa ada gangguan wabah Covid-19,” ujar Tomi Mano.

Baca juga: Update 8 November: Pekan 45, 663 kasus baru dan 5 kematian di Biak Numfor

Loading...
;

Tomi Mano menambahkan kalau ada warga yang meninggal dunia, apakah positif Covid-19 atau tidak, maka tetap harus mematuhi protokol kesehatan walaupun hasil swab test belum keluar.

“Kalau boleh, yang meninggal diberikan atau dibungkus plastik sesuai protokol kesehatan. Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penularan virus korona ini. Yang melayat juga ikut mematuhi protokol kesehatan. Kalau ada yang meninggal, jangan selfie di depan peti mati. Ini yang lagi trend sekarang,” ujar Tomi Mano.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, berpesan agar warga bisa bersama-sama memutus penyebaran Covid-19, karena belum diketahui sampai kapan wabah yang bisa membawa kematian ini akan berakhir.

“Kami sudah berusaha dengan berbagai cara untuk mengatasi penyebaran virus korona di Kota Jayapura. Tetap patuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir supaya terhindari Covid-19,” ujar Rustan.

Rustan menambahkan selain mengajak warga untuk tidak hanya menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan, tapi juga memberikan edukasi dan memperdalam pengetahuan tentang virus dan pandemi sehingga lebih baik lagi dalam menghadapi pandemi Covid-19. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top