Follow our news chanel

Yagarsom Asso dituntut 1 tahun penjara

Kasus rasisme Papua
Yagarsom Asso menjalani pengobatan di RS Biak. - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pengadilan Negeri Biak pada Jumat (23/10/2020) melanjutkan sidang dalam perkara Yagarsom Asso, warga yang ditangkap pasca amuk massa yang terjadi di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya pada 23 September 2019 lalu. Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum membacakan surat tuntutannya, dan meminta Asso dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Yagarsom Asso ditangkap pasca demonstrasi anti rasisme Papua yang berkembang menjadi amuk massa di Wamena itu. Penahanan Asso kemudian dipindahkan ke Biak, dan kini Asso tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Biak.

Asso dijadikan terdakwa dalam perkara membahayakan keamanan umum. Dalam surat dakwaan yang dibacakan 18 Agustus 2020 lalu, Asso dijerat dengan dua dakwaan, yaitu sengaja menimbulkan kebakaran sebagaimana diatur Pasal 187 ke-3 KUHP, dan penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau melanggar peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur Pasal 160 KUHP.

Dalam persidangan di Biak, Papua, pada Jumat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurmin SH membacakan tuntutannya. Advokat Sergius Wabiser SH selaku penasehat hukum Yagarsom Asso menyatakan JPU meminta majelis hakim yang diketuai Herlmin Somalay SH MH menyatakan Asso bersalah melakukan penghasutan untuk melakukan kekerasan, dan dijatuhi hukuman 1 tahun penjara. “Tuntutan 1 tahun penjara itu  dipotong masa tahanan,” kata Wabiser saat dihubungi Jubi melalui layanan pesan Whatsapp, Jumat.

Baca juga: Tenggelamnya kasus rasisme di Wamena (bagian 1/2)

Wabiser menyatakan pihaknya akan membuat Nota Pembelaan untuk menjawab tuntutan JPU itu. Menurut Wabiser, sidang akan dilanjutkan pada 27 Oktober 2020, untuk mendengarkan pembacaan Nota Pembelaan bagi Asso itu.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia atau PAHAM Papua, Gustaf Kawer menyayangkan penasehat hukum yang ditunjuk polisi pada proses penyidikan tidak mendampingi Yagarsom Asso di persidangan. “Ada [penasehat hukum], tapi tidak dampingi. Jadi [kami] meminta bantuan [advokat] Sergius Wabiser [untuk mendampingi Asso di persidangan],” kata Kawer.

Loading...
;

Kawer juga menyayangkan kondisi Yagarsom Asso yang diadili dengan luka tembak yang belum sembuh. “Beliau sidang dalam kondisi kaki masih dalam keadaan sakit akibat luka tembak. Informasi itu [saya dapatkan] dari Sergius Wabiser,” kata Kawer.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top