Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Papuan Voice gelar pelatihan film dokumenter di Biak Numfor

Koordinator Papuan Voice Byak, Andrio Ngamel menjelaskan teknik pengambilan gambar kepada peserta pelatihan film dokumenter di Biak Numfor. – Dok. PV Byak

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – “Banyak nilai-nilai yang sudah mulai hilang. Kita  semua bertanggung jawab untuk mengembalikannya, dan merawatnya. Salah satu cara penyadaran terhadap perilaku kehidupan kita saat ini, khususnya generasi muda, [adalah] melalui media audio visual.”

Hal itu disampaikan Yan Piter Yarangga dari Dewan Adat Byak pada kegiatan seminar dan pelatihan pembuatan film dokumenter yang diselenggarakan Papuan Voice (PV) Wilayah Byak di Kantor Dewan Adat Byak, Biak Numfor, Papua, Kamis, (19/12/2019). Yarangga mengatakan refleksi atau pergumulan orang asli Papua atas  krisis identitasnya merupakan keprihatinan yang ada di seluruh Tanah Papua.

“Banyak sekarang nilai hidup hilang. Banyak tumbuhan atau buah-buahan yang dulu kami makan sudah hilang. Banyak tradisi baik yang dari dulu kami hidupi kini sudah hilang. Putus sekarang. Hubungan kekerabatan kita di Byak juga hilang”, katanya.

Yarangga menyatakan semua pihak bertanggung jawab atas hal itu, khususnya masyarakat adat Byak selaku pemilik kebudayaan tersebut. “Maka, mari kita lestarikan nilai adat yang berlaku,” katanya.

Seminar dan pelatihan pembuatan film dokumenter PV Wilayah Byak itu dilaksanakan di Gedung Dewan Adat Byak pada 19-21 Desember 2019. Pada pelatihan itu, para peserta berhasil menyusun dua film.

Film pertama bertutur tentang dampak limbah plastik di Pantai Yenures. Film kedua bertutur tentang Mama Sonya Ap yang mempertahankan tradisi menganyam mansrip atau noken (tas anyaman).

Loading...
;

Salah satu peserta pelatihan, Donald Rumbekwan berterima kasih kepada PV yang hadir di Biak Numfor untuk membantu menarasikan kisah dan cerita tentang Byak dalam bentuk video atau film. “Media audio visual seperti film atau video memang sangat baik dan mudah kami pahami. Narasi kearifan lokal Byak yang sudah mulai hilang dalam bentuk video akan membantu kami, generasi muda dan masyarakat adat, untuk kembali melihat persoalannya,” ungkap Rumbekwan.

Ketua PV Wilayah Byak, Andrio Ngamel mengatakan seminar, pelatihan dan produksi film atau video dokumenter itu merupakan agenda tahunan PV. Pada akhir tahun 2019, PV Wilayah Byak yang mendapatkan kesempatan untuk belajar bersama pembuatan film atau video dokumenter.

Seminar dan pelatihan itu memilih tema “menarasikan Papua melalui film dokumenter untuk keadilan dan perdamaian”. “Kami dari Papuan Voices terus menyuarakan dan meneruskan suara dari masyarakat kecil atau masyarakat adat Papua. Kami berharap media ini dapat menjadi sebuah media perubahan dan penyadaran bagi generasi muda dan masyarakat adat untuk membangun diri dan komunitasnya”, katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top