Follow our news chanel

Previous
Next

PAR GKI Yo’a’nibi Doyo Baru dibekali keterampilan sejak dini

Anak dan remaja GKI Jemaat Yo'a'nibi Doyo Baru ketika diajarkan membuat keset kaki oleh Dosen pada Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih Jayapura, Ruth Megawati - Jubi/Arjuna Pademme.
PAR GKI Yo'a'nibi Doyo Baru dibekali keterampilan sejak dini 1 i Papua
Anak dan remaja GKI Jemaat Yo’a’nibi Doyo Baru ketika diajarkan membuat keset kaki oleh Dosen pada Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih Jayapura, Ruth Megawati – Jubi/Arjuna Pademme.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Persekutuan Anak dan Remaja atau PAR Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Yo’a’nibi belum lama ini dilatih membuat berbagai keterampilan yang bertujuan mengasah keterampilan anak dan remaja sejak dini.

Dosen pada Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih Jayapura, Ruth Megawati berharap keterampilan yang sudah diberikan bisa bermanfaat untuk masa depan anak-anak.

“Pada kesempatan ini saya memberikan pelatihan kepada remaja yang ada di GKI Jemaat Yo’a’nibi Yakani, membuat keset kaki dari kain bekas yang ada di rumah mereka,” kata Ruth Megawati kepada Jubi, Rabu (20/11/2019).

Menurut Ruth yang juga pengasuh PAR GKI Jemaat Yo’a’nibi ini, meski pelatihan membuat keset kaki dari bahan bekas hanya berlangsung sekitar empat hari, akan tetapi para anak dan remaja sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

Orangtua mereka juga sangat mendukung, karena dengan pelatihan ini anak-anak mereka mendapat pengalaman keterampilan baru.

“Metode pengajarannya sederhana dan langsung praktik. Ini sangat menarik bagi mereka. Mulai dari menggunting, menjahit, mengayam, dan membuat model keset kaki sesuai kreatifitas mereka, menjadikan kegiatan ini lebih bersemangat dan bernuansa kekeluargaan,” ujarnya.

Loading...
;

Menurutnya, masa remaja merupakan masa transisi, mencari serta mengenal jati diri, sehingga remaja perlu dibekali dengan pengetahuan yang mumpuni.

“Sementara itu, pesatnya perkembangan teknologi dan informasi tidak dapat dipungkiri, juga berdampak negatif terhadap remaja,” ucapnya.

Salah satu anak yang mengikuti pembekalan keterampilan, Siren Reintung berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan.

“Kami senang karena mendapat pengalaman baru. Dengan pelatihan ini kami dapat mengetahui bagaimana cara membuat keset kaki dari bahan-bahan bekas,” kata Siren. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top